Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pasar Global Bangkit Setelah Tanda Negosiasi Dagang AS dan China Membaik

Bisnis
Ekonomi Makro
macro-economics (10mo ago) macro-economics (10mo ago)
02 Mei 2025
267 dibaca
1 menit
Pasar Global Bangkit Setelah Tanda Negosiasi Dagang AS dan China Membaik

Rangkuman 15 Detik

Tensi perdagangan antara AS dan Tiongkok masih menjadi perhatian utama bagi pasar global.
Perusahaan-perusahaan besar seperti Apple mengalami dampak langsung dari kebijakan tarif yang diterapkan oleh AS.
Laporan keuangan yang akan datang dari perusahaan-perusahaan besar dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang kondisi ekonomi dan dampak kebijakan perdagangan.
Kemungkinan de-eskalasi ketegangan perdagangan antara Beijing dan Washington memberikan dorongan positif bagi pasar pada hari Jumat, meningkatkan sentimen risiko dan mengangkat saham secara global. Kementerian Perdagangan China mengatakan bahwa Beijing sedang mengevaluasi tawaran dari Washington untuk mengadakan pembicaraan mengenai tarif 145% dari Presiden AS Donald Trump. Musim laporan pendapatan sejauh ini menyoroti biaya dari kebijakan perdagangan AS yang tidak menentu, yang menyebabkan banyak perusahaan di seluruh dunia menurunkan perkiraan laba mereka atau menariknya sama sekali. Apple, misalnya, memotong program pembelian kembali sahamnya sebesar Rp 167.00 triliun ($10 miliar) dan memperingatkan bahwa tarif dapat menambah sekitar Rp 15.03 triliun ($900 juta) dalam biaya kuartal ini. Meskipun pasar tampaknya mengambil kenyamanan dari komentar Beijing pada hari Jumat, kenyataannya adalah bahwa belum ada resolusi dalam pembicaraan perdagangan yang diadakan AS sejauh ini dengan sekutunya. Menteri keuangan Jepang bahkan menyatakan bahwa negara itu dapat menggunakan kepemilikan lebih dari Rp 16.70 quadriliun ($1 triliun) dalam obligasi AS sebagai kartu dalam pembicaraan perdagangan dengan Washington.

Analisis Ahli

Ankur Banerjee
Kenaikan pasar didorong oleh harapan atas pembicaraan dagang, namun risiko masih tinggi mengingat belum ada kesepakatan konkret yang tercapai.
Japan's finance minister
Jepang melihat posisi besar sebagai pemegang obligasi AS sebagai leverage dalam negosiasi dagang, menunjukkan kompleksitas keterkaitan ekonomi global.