AI summary
Tensi perdagangan antara AS dan Tiongkok masih menjadi perhatian utama bagi pasar global. Perusahaan-perusahaan besar seperti Apple mengalami dampak langsung dari kebijakan tarif yang diterapkan oleh AS. Laporan keuangan yang akan datang dari perusahaan-perusahaan besar dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang kondisi ekonomi dan dampak kebijakan perdagangan. Kemungkinan de-eskalasi ketegangan perdagangan antara Beijing dan Washington memberikan dorongan positif bagi pasar pada hari Jumat, meningkatkan sentimen risiko dan mengangkat saham secara global. Kementerian Perdagangan China mengatakan bahwa Beijing sedang mengevaluasi tawaran dari Washington untuk mengadakan pembicaraan mengenai tarif 145% dari Presiden AS Donald Trump.Musim laporan pendapatan sejauh ini menyoroti biaya dari kebijakan perdagangan AS yang tidak menentu, yang menyebabkan banyak perusahaan di seluruh dunia menurunkan perkiraan laba mereka atau menariknya sama sekali. Apple, misalnya, memotong program pembelian kembali sahamnya sebesar $10 miliar dan memperingatkan bahwa tarif dapat menambah sekitar $900 juta dalam biaya kuartal ini.Meskipun pasar tampaknya mengambil kenyamanan dari komentar Beijing pada hari Jumat, kenyataannya adalah bahwa belum ada resolusi dalam pembicaraan perdagangan yang diadakan AS sejauh ini dengan sekutunya. Menteri keuangan Jepang bahkan menyatakan bahwa negara itu dapat menggunakan kepemilikan lebih dari $1 triliun dalam obligasi AS sebagai kartu dalam pembicaraan perdagangan dengan Washington.
Situasi perdagangan global saat ini berada di titik kritis yang memaksa perusahaan-perusahaan besar menyesuaikan strategi produksi dan distribusinya agar terhindar dari dampak negatif tarif. Meskipun adanya tanda-tanda positif, ketegangan politik dan ekonomi antara dua raksasa ini masih bisa berdampak serius pada pasar jika negosiasi gagal.