Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Deepfake Kini Bisa Meniru Detak Jantung Wajah, Deteksi Jadi Lebih Sulit

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (10mo ago) cyber-security (10mo ago)
30 Apr 2025
149 dibaca
1 menit
Deepfake Kini Bisa Meniru Detak Jantung Wajah, Deteksi Jadi Lebih Sulit

Rangkuman 15 Detik

Deepfake generasi terbaru dapat meniru denyut nadi manusia, membuat deteksi menjadi lebih sulit.
Teknik deteksi yang ada harus beradaptasi untuk melacak variasi aliran darah secara lokal.
Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun deepfake semakin canggih, masih ada kelemahan yang dapat dimanfaatkan untuk deteksi.
Deepfakes, yang awalnya hanya untuk hiburan, kini semakin sering digunakan untuk tujuan jahat seperti manipulasi politik dan pemerasan siber. Sebuah studi baru menunjukkan bahwa generasi terbaru video sintetis tidak lagi menunjukkan kekurangan detak jantung manusia, yang sebelumnya digunakan untuk mendeteksi deepfakes. Teknik deteksi berbasis rPPP yang mengukur perubahan warna ritmis pada wajah tidak lagi dapat diandalkan karena deepfakes terbaru dapat menampilkan detak jantung yang realistis. Peneliti di Humboldt University of Berlin menemukan bahwa deepfakes dapat meniru detak jantung dengan menyematkan perubahan warna ritmis atau mewarisi detak jantung dari video asli. Meskipun demikian, para peneliti menekankan bahwa ini bukan akhir dari deteksi deepfake. Detektor yang melacak fluktuasi aliran darah secara lokal di wajah mungkin dapat mengatasi tantangan ini. Mereka menyarankan bahwa kelemahan ini harus dieksploitasi oleh generasi berikutnya dari detektor deepfake.

Analisis Ahli

Dr Peter Eisert
Penemuan ini menunjukkan bahwa kemampuan deepfake untuk menipu deteksi biometrik sudah pada tahap mengkhawatirkan, namun celah dari distribusi denyut di wajah masih bisa dimanfaatkan untuk deteksi lanjutan.