Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Petronas Negosiasi Pembelian LNG dari AS untuk Perkuat Pasokan Energi Global

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
News Publisher
29 Apr 2025
27 dibaca
1 menit
Petronas Negosiasi Pembelian LNG dari AS untuk Perkuat Pasokan Energi Global

AI summary

Petronas sedang dalam pembicaraan untuk membeli LNG dari Commonwealth LNG di AS.
Commonwealth LNG baru saja mendapatkan lisensi ekspor setelah menunggu hampir dua tahun.
Beberapa negara Asia berencana meningkatkan pembelian LNG dari AS untuk mengurangi ketidakseimbangan perdagangan.
Petronas, perusahaan minyak dan gas milik negara Malaysia, sedang dalam pembicaraan lanjutan dengan Commonwealth LNG untuk membeli setidaknya satu juta metrik ton per tahun (mtpa) gas alam cair (LNG). Pembelian ini bertujuan untuk mengurangi ketidakseimbangan perdagangan dengan Amerika Serikat dan menghindari tarif timbal balik yang tinggi.Commonwealth LNG sedang mengembangkan pabrik LNG berkapasitas 9,5 mtpa di Cameron, Louisiana, dan telah menerima lisensi ekspor dari Departemen Energi AS pada bulan Februari. Proyek ini telah menarik minat dari berbagai pembeli potensial, dengan hampir 8 mtpa pasokan yang sudah dikontrak atau sedang dipertimbangkan.Petronas memiliki beberapa kesepakatan jangka panjang untuk pasokan LNG, termasuk dengan Venture Global, Cheniere Energy, dan ADNOC. Kesepakatan terbaru dengan ADNOC akan dimulai pada tahun 2028, menunjukkan komitmen Petronas untuk memperluas portofolio LNG globalnya guna memenuhi permintaan yang terus meningkat.

Experts Analysis

Fatih Birol (Executive Director IEA)
Perdagangan LNG global semakin dinamis, dan diversifikasi pasokan menjadi kunci stabilitas energi bagi negara-negara pengimpor besar seperti Malaysia.
Editorial Note
Langkah Petronas untuk mengamankan pasokan LNG dari Amerika Serikat melalui Commonwealth LNG menunjukkan strategi perusahaan untuk lebih mandiri dan diversifikasi sumber energi agar bisa lebih adaptif terhadap fluktuasi pasar global. Ini juga mengindikasikan bahwa pasar LNG Asia semakin bergantung pada pasokan AS sebagai langkah mitigasi risiko geopolitik dan tarif perdagangan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.