Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

AS dan Jepang Bersatu Lawan Dominasi Pembuatan Kapal Militer China

Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
management-and-strategy (11mo ago) management-and-strategy (11mo ago)
28 Apr 2025
18 dibaca
2 menit
AS dan Jepang Bersatu Lawan Dominasi Pembuatan Kapal Militer China

Rangkuman 15 Detik

China memiliki keunggulan signifikan dalam pembangunan kapal yang dapat mengancam keseimbangan maritim global.
Kemitraan bilateral dengan Jepang dan Korea Selatan diperlukan untuk meningkatkan kemampuan angkatan laut AS.
Strategi militer-civil fusion China menunjukkan pentingnya integrasi antara sektor sipil dan militer dalam industri kapal.
Sekretaris Angkatan Laut AS, John Phelan, dalam kunjungannya ke Jepang, memperingatkan bahwa China sedang melampaui Amerika Serikat dan sekutunya dalam pembangunan kapal. Phelan menyatakan bahwa China membuat kapal dengan kecepatan yang mengancam untuk mengubah keseimbangan maritim global secara tidak dapat diubah. Dia menekankan bahwa tanpa tindakan segera, Amerika Serikat dan sekutunya mungkin tidak dapat memulihkan paritas strategis. Sebagai bagian dari respons AS yang berkembang, Phelan mengungkapkan rencana untuk mengusulkan kemitraan bilateral baru dengan Jepang yang berfokus pada pembangunan kapal dual-use. Inisiatif ini bertujuan untuk meniru dan melawan strategi fusi militer-sipil China, di mana galangan kapal komersial secara sengaja disusun untuk mendukung produksi sipil dan angkatan laut secara bersamaan. Phelan mencatat bahwa upaya pembangunan kapal bersama dengan sekutu terpercaya tidak lagi opsional tetapi sangat penting. Skala keunggulan pembangunan kapal China sangat terdokumentasi. Armada Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAN) memiliki lebih dari 370 kapal dan kapal selam, dibandingkan dengan sekitar 295 kapal yang dioperasikan oleh Angkatan Laut AS. Proyeksi menunjukkan armada China bisa melampaui 425 kapal pada tahun 2030. Phelan menekankan bahwa kemitraan dengan Jepang dan Korea Selatan adalah langkah awal yang diperlukan untuk membangun kembali basis industri maritim yang mampu memenuhi tuntutan persaingan kekuatan besar abad ke-21.

Analisis Ahli

Mearsheimer
China's rapid shipbuilding expansion represents a fundamental shift in naval power balance, requiring immediate and strategic response from the US.
Elbridge Colby
The US must embrace military-civil fusion concepts to revitalize its shipbuilding industry and maintain strategic parity in Indo-Pacific.