Pemilik Cybertruck Terjebak Lumpur Setelah Uji Coba 'Wade Mode' di Sungai
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
27 Apr 2025
218 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Cybertruck tidak dirancang untuk melintasi air dalam kedalaman yang signifikan.
Pernyataan Elon Musk mengenai kemampuan kendaraan sering kali berlebihan dan tidak selalu akurat.
Penting bagi pemilik kendaraan untuk memahami batasan dan fitur kendaraan mereka sebelum mencoba hal-hal ekstrem.
Seorang pemilik Cybertruck di Truckee, California, mencoba klaim Elon Musk bahwa kendaraannya bisa berfungsi sebagai perahu dan menyeberangi sungai. Namun, kendaraan senilai Rp 1.67 miliar ($100,000) tersebut terjebak di lumpur setelah pemiliknya mengaktifkan 'wade mode' saat mencoba menyeberangi sungai. California Highway Patrol (CHP) Truckee harus membantu mengeluarkan kendaraan tersebut.
Elon Musk sebelumnya mengklaim bahwa Cybertruck cukup tahan air untuk berfungsi sementara sebagai perahu dan menyeberangi sungai, danau, bahkan laut yang tidak terlalu berombak. Namun, Tesla tidak menanggung kerusakan air dalam garansi mereka. Cybertruck memiliki 'wade mode' yang mengangkat suspensi dan menekan baterai untuk memungkinkan mengemudi di air dangkal, tetapi tidak untuk air dalam atau berfungsi sebagai perahu.
Banyak pemilik Cybertruck baru dalam off-roading dan sering membuat kesalahan yang bahkan truk yang lebih tangguh pun akan kesulitan. Insiden ini menunjukkan pentingnya memahami batasan dan kemampuan kendaraan sebelum mencoba hal-hal ekstrem. Meskipun Cybertruck tidak dirancang sebagai kendaraan amfibi penuh, insiden ini adalah kesalahan pengguna, bukan kesalahan kendaraan.
Analisis Ahli
Ahmad Zaki, Pakar Otomotif
Cybertruck memang inovatif, namun klaimnya perlu diuji secara realistis di lapangan. Fitur seperti 'Wade Mode' harus dipakai sesuai pedoman untuk menjamin keamanan dan keandalan kendaraan.


