China Tingkatkan Kemandirian AI Demi Saingi Amerika Serikat
Teknologi
Kecerdasan Buatan
26 Apr 2025
140 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Tiongkok berkomitmen untuk mengembangkan kecerdasan buatan dengan fokus pada kemandirian teknologi.
Startup DeepSeek menunjukkan kemajuan signifikan dalam sektor AI meskipun ada tantangan dari sanksi internasional.
Xi Jinping menekankan pentingnya regulasi dan kerjasama internasional dalam pengembangan AI yang aman dan dapat diandalkan.
China berusaha untuk mengembangkan kecerdasan buatan (AI) secara mandiri dan memperkuat posisinya dalam persaingan dengan Amerika Serikat di bidang AI. Presiden Xi Jinping menekankan pentingnya memanfaatkan sistem nasional baru untuk mendorong pengembangan AI. Ia juga menyoroti perlunya dukungan kebijakan dalam pengadaan pemerintah, hak kekayaan intelektual, penelitian, dan pengembangan bakat.
Beberapa ahli mengatakan bahwa China telah mempersempit kesenjangan pengembangan AI dengan Amerika Serikat dalam setahun terakhir. Startup AI China, DeepSeek, menarik perhatian global dengan meluncurkan model penalaran AI yang lebih murah dan dilatih dengan chip yang kurang canggih dibandingkan pesaing Barat. Pengumuman ini menantang asumsi bahwa sanksi AS menghambat sektor AI China.
Xi Jinping juga menekankan pentingnya mempercepat regulasi dan undang-undang AI untuk memastikan bahwa AI aman, andal, dan dapat dikendalikan. Ia menambahkan bahwa AI tidak boleh menjadi 'permainan negara kaya dan orang kaya,' sambil menyerukan lebih banyak tata kelola dan kerja sama internasional dalam AI. China juga telah membuat kemajuan dalam rekayasa perangkat lunak infrastruktur.
Analisis Ahli
Kai-Fu Lee
China menunjukkan kemajuan besar dalam AI, terutama dalam aplikasi praktis, tapi masih perlu investasi besar dalam riset dasar untuk benar-benar bersaing dengan Barat.Fei-Fei Li
Pengembangan AI yang bertanggung jawab dan beretika penting, dan regulasi yang cepat di China bisa menjadi model yang baik jika dilakukan secara transparan dan inklusif.

