Pasar M&A Minyak AS Hadapi Tekanan Berat di Tengah Harga Minyak Anjlok
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
23 Apr 2025
5 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Pasar M&A hulu minyak dan gas di AS menghadapi tantangan besar akibat penurunan harga minyak.
Diamondback Energy memainkan peran kunci dalam aktivitas M&A dengan akuisisi besar-besaran.
Keputusan OPEC+ untuk meningkatkan produksi dapat mempengaruhi harga minyak dan aktivitas M&A di sektor ini.
Pasar M&A minyak dan gas hulu AS sedang menghadapi tantangan besar karena harga minyak yang merosot dan lahan utama yang semakin langka. Meskipun aktivitas M&A melonjak pada kuartal terakhir, kondisi pasar diperkirakan akan semakin sulit. Diamondback Energy mendominasi aktivitas M&A pada kuartal pertama dengan beberapa transaksi besar.
Pembeli merasa tertekan oleh terbatasnya peluang akuisisi dan harga tinggi untuk inventaris pengeboran yang belum dikembangkan. Penurunan harga minyak membuat pembeli tidak mampu membayar harga M&A terbaru, menciptakan kebuntuan antara penjual dan pembeli mengenai harga aset yang wajar.
Futures minyak mentah West Texas Intermediate jatuh ke level terendah dalam beberapa tahun setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif perdagangan pada 2 April. Delapan negara OPEC+ juga sepakat untuk meningkatkan output minyak, menambah tekanan pada pasar. Para ahli memperkirakan aktivitas M&A akan menurun karena kondisi pasar yang menantang.
Analisis Ahli
Andrew Dittmar
Pasar M&A migas sedang menuju tantangan terbesar sejak awal 2020 karena harga asset yang tinggi dan kesempatan yang langka bertemu dengan harga minyak yang melemah, memicu kebuntuan harga antara penjual dan pembeli.