Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Intel Potong 20% Karyawan, Berjuang Kejar Teknologi Chip AI Baru

Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
News Publisher
23 Apr 2025
272 dibaca
1 menit
Intel Potong 20% Karyawan, Berjuang Kejar Teknologi Chip AI Baru

AI summary

Intel berencana untuk memotong 20% dari tenaga kerjanya sebagai bagian dari restrukturisasi.
CEO baru Lip-Bu Tan mengakui bahwa Intel telah tertinggal dalam inovasi dan berencana untuk memperbaiki posisi perusahaan.
Persaingan dengan AMD dan TSMC semakin ketat, memaksa Intel untuk mengambil langkah drastis.
Intel (INTC) berencana memotong 20% dari tenaga kerjanya, yang diumumkan sehari sebelum laporan pendapatan mereka. Saham perusahaan ini naik hingga 5,6% setelah laporan Bloomberg. Intel telah mengalami kesulitan dalam beberapa tahun terakhir untuk bersaing di pasar yang semakin didominasi oleh AI.CEO baru Intel, Lip-Bu Tan, menyatakan bahwa ada keputusan sulit yang harus diambil untuk perusahaan. Intel telah mengumumkan pemotongan 12.000 pekerjaan pada tahun 2022 dan berencana memotong 15.000 lagi pada tahun 2024. Perusahaan ini juga meluncurkan Intel Foundry Services pada tahun 2021 untuk memproduksi chip bagi perusahaan lain.Mantan eksekutif Intel berpendapat bahwa pemotongan manajemen menengah akan membantu mempercepat pengambilan keputusan dan mengurangi politik internal. Namun, pemotongan tenaga kerja dapat menurunkan moral dan menciptakan kekacauan saat Intel mencoba memperkenalkan teknologi manufaktur baru, 18A. Intel berusaha untuk mengejar ketertinggalan dalam inovasi dan bersaing dengan perusahaan seperti Nvidia dan TSMC.

Experts Analysis

Lisa Su (CEO AMD)
Pemangkasan tenaga kerja di Intel bisa jadi peluang bagi AMD untuk terus mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pasar chip terutama di segmen AI dan produk konsumen.
Jensen Huang (CEO Nvidia)
Intel perlu berinovasi lebih cepat untuk mengejar ketertinggalan di area AI dan manufaktur jika ingin bertahan melawan teknologi chip yang terus berkembang.
Editorial Note
Pemangkasan tenaga kerja yang besar memang diperlukan untuk mengefisienkan operasional Intel, tapi hal ini berisiko merusak semangat kerja yang sudah menurun dan dapat menghambat inovasi di saat perusahaan sangat membutuhkan ide-ide baru. Fokus pada teknologi manufaktur 18A sangat strategis, namun tanpa budaya kerja yang solid, investasi teknologi canggih mungkin tidak memberikan hasil optimal.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.