Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Potongan Anggaran NASA 50% Bisa Hentikan Misi Penting dan Tutup Pusat Riset

Finansial
Kebijakan Fiskal
fiscal-policy (11mo ago) fiscal-policy (11mo ago)
12 Apr 2025
118 dibaca
1 menit
Potongan Anggaran NASA 50% Bisa Hentikan Misi Penting dan Tutup Pusat Riset

Rangkuman 15 Detik

Pemotongan anggaran yang signifikan untuk program sains NASA dapat mengancam kemajuan ilmiah dan eksplorasi luar angkasa.
Misi penting seperti Nancy Grace Roman Space Telescope dan Mars Sample Return terancam dihentikan.
Reaksi keras dari anggota Kongres menunjukkan adanya dukungan kuat untuk mempertahankan anggaran sains NASA.
Administrasi Trump mengusulkan pemotongan besar dalam anggaran NASA, dengan fokus utama pada Direktorat Misi Sains. Pemotongan ini mencakup pengurangan 50 persen dalam pendanaan untuk program sains NASA, yang mencakup astrofisika, heliophysics, sains bumi, dan sains planet. Beberapa misi penting seperti Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman dan Mars Sample Return juga akan dihentikan. Pemotongan ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan ahli kebijakan sains yang menyebutnya sebagai 'peristiwa tingkat kepunahan' bagi program sains NASA. Banyak pencapaian signifikan NASA dalam 25 tahun terakhir berasal dari program sains ini, termasuk helikopter Ingenuity di Mars dan penemuan air di Enceladus oleh Cassini. Penutupan Goddard Space Flight Center di Maryland juga menjadi bagian dari rencana pemotongan ini. Proses anggaran ini masih dalam tahap awal dan akan melibatkan negosiasi dengan Kongres. Beberapa anggota Kongres, seperti George Whitesides, telah menyatakan penentangan keras terhadap pemotongan ini dan berjanji untuk melawan rencana tersebut. Meskipun demikian, ada kekhawatiran bahwa jika proses anggaran tertunda, Gedung Putih dapat memaksa agen-agen untuk membuat rencana operasional berdasarkan permintaan anggaran presiden.

Analisis Ahli

George Whitesides
Pemotongan anggaran ini akan menghancurkan kepemimpinan Amerika dalam teknologi ruang angkasa dan membahayakan pusat riset kita.
Janet Petro
Melalui pernyataannya, ia mencoba meredam kekhawatiran dan menyebut laporan pemotongan sebagai rumor yang tidak kredibel.