Tekanan AS kepada India Buka Pasar E-Commerce untuk Amazon dan Walmart
Bisnis
Ekonomi Makro
23 Apr 2025
79 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Pemerintah Trump berusaha untuk memperluas akses pasar bagi perusahaan-perusahaan AS di India.
India menghadapi dilema antara melindungi industri lokal dan membuka pasar untuk perusahaan asing.
Perundingan perjanjian dagang antara AS dan India mencakup berbagai sektor, termasuk e-commerce dan otomotif.
Pemerintahan Trump dilaporkan akan menekan India untuk membuka penuh akses pasar e-commerce mereka yang bernilai Rp 2.09 quadriliun (US$125 miliar) kepada raksasa online seperti Amazon dan Walmart. Tekanan ini akan menjadi bagian dari pembahasan luas dalam perundingan perjanjian dagang antara AS dan India. Selain e-commerce, sektor lain seperti makanan hingga otomotif juga akan masuk dalam agenda diskusi.
Hal ini membuat India berada dalam posisi dilema dalam memprioritaskan pertumbuhan industri lokal dan melindungi UMKM dari gempuran e-commerce asing dari AS. Saat ini, Amazon dan Walmart beroperasi di India melalui unit lokal, tetapi menghadapi berbagai pembatasan pemerintah setempat. Kedua perusahaan dilarang memegang inventaris secara langsung dan menjual produk ke konsumen, berbeda dengan perusahaan domestik seperti Reliance.
Di tengah tekanan ini, India dan AS sedang merundingkan kesepakatan dagang yang diharapkan bisa tercapai sebelum berakhirnya masa tenggang 90 hari atas kenaikan tarif baru AS. Wakil Presiden AS JD Vance juga telah bertemu dengan Perdana Menteri India Narendra Modi untuk mempertegas keinginan Washington dalam menuntaskan kesepakatan. Permintaan dan kebijakan tarif dari pemerintah Trump ini bisa membuat India menghadapi dominasi perusahaan-perusahaan besar Amerika di pasar domestik mereka.
Analisis Ahli
Economist Raghuram Rajan
Membuka pasar e-commerce harus disertai kebijakan proteksi yang cerdas agar UMKM tidak tergerus oleh persaingan global, jika tidak maka dampak sosial dan ekonomi akan negatif.Trade Analyst Pankaj Mishra
Kesepakatan dagang harus seimbang antara akses pasar dan kedaulatan ekonomi nasional, terlalu banyak kompromi pada proteksi lokal bisa melemahkan basis ekonomi India.

