AI summary
Perang tarif antara AS dan China berdampak signifikan pada perusahaan teknologi seperti Amazon. Amazon berusaha menjaga harga tetap rendah dengan mendorong pedagang untuk memindahkan persediaan ke AS. Penghapusan kebijakan de minimis dapat mengurangi minat beli masyarakat dan mempengaruhi pertumbuhan pendapatan Amazon. Perang tarif yang dilancarkan Presiden AS Donald Trump terhadap China berdampak besar pada bisnis raksasa teknologi berbasis AS, termasuk Amazon. Saham Amazon turun lebih dari 30% sepanjang 2025, dan perusahaan berupaya menenangkan investor yang khawatir dengan masa depan perusahaan. Amazon mengklaim bahwa permintaan barang di platformnya masih stabil dan ada peningkatan pembelian untuk beberapa kategori barang.CEO Amazon, Andi Jassy, mengatakan perusahaan mendorong para pedagang untuk memindahkan pesanan ke AS lebih awal demi menghindari dampak tarif. Namun, analis menilai upaya ini hanya memberikan solusi jangka pendek. Penghapusan kebijakan de minimis oleh pemerintah Trump juga berdampak besar pada penjual pihak ketiga dan bisnis logistik Amazon.Pertumbuhan pendapatan dari layanan penjual pihak ketiga Amazon turun lebih dari setengahnya menjadi 7% pada Q1 2025. Segmen bisnis komputasi cloud AWS juga mencatat performa yang mengecewakan di Q1 2025. Para ahli memperkirakan dampak terburuk dari kondisi saat ini akan terasa pada Q3 dan Q4 2025.
Amazon dan para pedagangnya hanya mampu mengatasi efek perang tarif ini dengan strategi penimbunan barang dalam jangka pendek, tapi itu bukan solusi yang berkelanjutan. Jika kondisi tarif tetap tinggi hingga akhir tahun, ini dapat memaksa Amazon untuk menaikkan harga yang akhirnya merugikan konsumen dan menekan keuntungan perusahaan.