Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Halliburton Menghadapi Tekanan Tarif dan Harga Minyak Rendah pada Laba Kuartal Kedua

Bisnis
Ekonomi Makro
macro-economics (11mo ago) macro-economics (11mo ago)
22 Apr 2025
253 dibaca
1 menit
Halliburton Menghadapi Tekanan Tarif dan Harga Minyak Rendah pada Laba Kuartal Kedua

Rangkuman 15 Detik

Halliburton menghadapi tantangan dari tarif dan harga minyak yang rendah, yang berdampak pada laba dan aktivitas pengeboran.
Perusahaan memperkirakan adanya pengurangan aktivitas di pasar Amerika Utara, yang dapat menyebabkan lebih banyak 'white spaces'.
Pendapatan internasional membantu mengimbangi permintaan yang lesu di Amerika Utara, dengan pertumbuhan di kawasan Timur Tengah dan Asia.
Halliburton memperingatkan bahwa pendapatan kuartal kedua mereka akan terdampak oleh tarif dan aktivitas ladang minyak yang lebih rendah di Amerika Utara. Harga minyak mentah AS yang berada di bawah Rp 1.07 juta ($64) per barel membuat banyak perusahaan tidak dapat mengebor secara menguntungkan, yang mengurangi permintaan untuk peralatan dan layanan yang disediakan oleh Halliburton. CEO Halliburton, Jeff Miller, menyatakan bahwa banyak pelanggan sedang mengevaluasi skenario aktivitas mereka dan pengurangan aktivitas untuk tahun 2025 dapat menyebabkan lebih banyak ruang kosong untuk armada yang berkomitmen. Tarif yang dikenakan oleh Presiden Donald Trump pada baja impor dan suku cadang juga diperkirakan akan mengganggu rantai pasokan dan meningkatkan biaya peralatan. Pendapatan Halliburton di Amerika Utara pada kuartal pertama turun 12% dari tahun sebelumnya, tetapi operasi internasional membantu meredam dampak dari permintaan yang lesu di Amerika Utara. Halliburton memposting laba sebesar Rp 3.41 triliun ($204 juta) dalam tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret, lebih rendah dari Rp 10.12 triliun ($606 juta) yang diposting tahun lalu.

Analisis Ahli

Daniel Yergin
Tarif perdagangan dan fluktuasi harga minyak dapat secara signifikan mempengaruhi rantai pasok dan investasi dalam sektor energi, memperlambat pertumbuhan jangka pendek dalam jasa ladang minyak.
Fatih Birol
Ketidakpastian harga minyak dan kebijakan perdagangan membuat perusahaan energi harus fokus pada inovasi dan diversifikasi pasar agar tetap kompetitif.