Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

AuthMind Kumpulkan Dana Besar untuk Lindungi Identitas dari Serangan Siber

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (11mo ago) cyber-security (11mo ago)
22 Apr 2025
64 dibaca
1 menit
AuthMind Kumpulkan Dana Besar untuk Lindungi Identitas dari Serangan Siber

Rangkuman 15 Detik

AuthMind berhasil mengumpulkan dana signifikan untuk mengembangkan teknologi keamanan identitas.
Ancaman identitas menjadi semakin serius dengan adanya penipuan oleh pengguna yang terverifikasi.
Teknologi AuthMind dapat membantu mendeteksi ancaman dari dalam organisasi.
AuthMind, sebuah startup perlindungan identitas yang berbasis di Bethesda, Maryland, telah mengumpulkan Rp 322.31 miliar ($19.3 juta) dalam pendanaan awal yang dipimpin oleh Cheyenne Ventures. Pendanaan ini menyoroti ancaman keamanan siber yang meningkat di mana peretas meniru pengguna yang terverifikasi untuk mengakses jaringan dan perangkat. Ancaman ini semakin umum karena infrastruktur kepemilikan identitas menjadi lebih terfragmentasi. AuthMind mengatakan bahwa teknologi mereka juga dapat digunakan untuk mendeteksi ancaman dari dalam. CEO AuthMind, Shlomi Yanai, menjelaskan bahwa mereka menyediakan observabilitas identitas yang berkelanjutan, mengetahui apa yang mencurigakan karena identitas daripada berfokus pada serangan. Investasi juga datang dari Ballistic Ventures, IBM, Black Opal Ventures, K2 Access Fund, Jefferies Family Office, Silver Buckshot Ventures, dan Blu Venture Investors. Pendanaan ini akan membantu AuthMind dalam mengembangkan teknologi mereka lebih lanjut untuk menghadapi ancaman keamanan siber yang terus berkembang. Dengan meningkatnya ancaman ini, penting bagi perusahaan untuk memiliki solusi yang dapat mendeteksi dan mencegah akses tidak sah ke jaringan dan perangkat mereka. AuthMind berkomitmen untuk menyediakan solusi tersebut melalui observabilitas identitas yang berkelanjutan.

Analisis Ahli

Bruce Schneier
Pendekatan berbasis identitas ini sangat penting karena serangan saat ini tidak hanya soal pelanggaran teknis, tetapi bagaimana peretas memanfaatkan kelemahan dalam pengelolaan identitas.
Mikko Hypponen
Solusi yang dapat mendeteksi ancaman dari dalam organisasi sama pentingnya dengan pertahanan luar, karena banyak kebocoran keamanan berasal dari dalam.