TLDR
Maraton setengah di Beijing menunjukkan kemajuan dan tantangan dalam pengembangan robot humanoid. Hanya enam dari 21 robot yang berhasil menyelesaikan lomba, menunjukkan bahwa teknologi masih dalam tahap pengembangan. Cina berambisi untuk menjadi pemimpin dalam industri robotika dengan banyak perusahaan yang berinvestasi dalam teknologi ini. Video-video robot yang jatuh, gemetar, dan berjuang untuk tetap tegak beredar luas, dengan hanya enam dari 21 robot yang menyelesaikan lomba. Maraton setengah pertama di dunia dengan peserta robot humanoid di Beijing menawarkan pandangan mencolok tentang kemajuan dan tantangan industri robotika di negara tersebut.Lomba ini diadakan di distrik Yizhuang, Beijing, dan menampilkan robot yang berlari bersama pelari manusia untuk pertama kalinya. Acara ini menunjukkan ambisi China untuk mengembangkan perusahaan yang mampu bersaing dengan Boston Dynamics dan Tesla dalam bidang robotika humanoid. China telah muncul sebagai pemimpin dalam robotika humanoid, dengan 56 persen dari 100 perusahaan publik di sektor ini berbasis di negara tersebut.Robot Tien Kung, yang dikembangkan oleh Beijing Humanoid Robot Innovation Centre, menyelesaikan lomba dalam dua jam dan 40 menit, menjadi satu-satunya robot yang menyelesaikan lomba di bawah tiga jam. Runner-up, N2 dari Noetix, menyelesaikan lomba dalam tiga jam dan 37 menit, sementara DroidUp dari Shanghai menyelesaikan lomba dalam empat jam dan 25 menit. Meskipun ada kemajuan, lomba ini menunjukkan bahwa mungkin masih diperlukan beberapa tahun sebelum robot dapat meniru gerakan manusia sederhana.