Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Robot Humanoid China Berlomba Setengah Maraton, Tantangan Besar Masih Menanti

Teknologi
Robotika
robotics (11mo ago) robotics (11mo ago)
22 Apr 2025
121 dibaca
1 menit
Robot Humanoid China Berlomba Setengah Maraton, Tantangan Besar Masih Menanti

Rangkuman 15 Detik

Maraton setengah di Beijing menunjukkan kemajuan dan tantangan dalam pengembangan robot humanoid.
Hanya enam dari 21 robot yang berhasil menyelesaikan lomba, menunjukkan bahwa teknologi masih dalam tahap pengembangan.
Cina berambisi untuk menjadi pemimpin dalam industri robotika dengan banyak perusahaan yang berinvestasi dalam teknologi ini.
Video-video robot yang jatuh, gemetar, dan berjuang untuk tetap tegak beredar luas, dengan hanya enam dari 21 robot yang menyelesaikan lomba. Maraton setengah pertama di dunia dengan peserta robot humanoid di Beijing menawarkan pandangan mencolok tentang kemajuan dan tantangan industri robotika di negara tersebut. Lomba ini diadakan di distrik Yizhuang, Beijing, dan menampilkan robot yang berlari bersama pelari manusia untuk pertama kalinya. Acara ini menunjukkan ambisi China untuk mengembangkan perusahaan yang mampu bersaing dengan Boston Dynamics dan Tesla dalam bidang robotika humanoid. China telah muncul sebagai pemimpin dalam robotika humanoid, dengan 56 persen dari 100 perusahaan publik di sektor ini berbasis di negara tersebut. Robot Tien Kung, yang dikembangkan oleh Beijing Humanoid Robot Innovation Centre, menyelesaikan lomba dalam dua jam dan 40 menit, menjadi satu-satunya robot yang menyelesaikan lomba di bawah tiga jam. Runner-up, N2 dari Noetix, menyelesaikan lomba dalam tiga jam dan 37 menit, sementara DroidUp dari Shanghai menyelesaikan lomba dalam empat jam dan 25 menit. Meskipun ada kemajuan, lomba ini menunjukkan bahwa mungkin masih diperlukan beberapa tahun sebelum robot dapat meniru gerakan manusia sederhana.

Analisis Ahli

Dr. Anwar Hidayat (Profesor Robotika, ITB)
Perlombaan ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam robotika humanoid, namun masih banyak aspek teknologi kendali dan biomekanika yang perlu diperbaiki agar robot bisa berfungsi lebih natural dan adaptif.
Irene Liu (Insinyur Robotika, MIT)
Meski kompetisi ini menunjukkan peningkatan teknologi humanoid di China, jarak teknologi robot humanoid dengan kemampuan manusia masih cukup jauh terutama dalam hal kestabilan dan daya tahan.