Tim Robot Humanoids Cina Menang Kejuaraan Sepak Bola Robot Otonom Pertama
Teknologi
Robotika
29 Jun 2025
69 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Turnamen sepak bola robot otonom di China menunjukkan kemajuan dalam teknologi AI dan robotika.
Kompetisi ini menjadi langkah awal untuk acara internasional yang lebih besar, seperti World Humanoid Robot Games.
Inovasi dalam robotika diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan nyata dan berbagai bidang industri.
Kejuaraan sepak bola robot humanoid otonom di Beijing menampilkan empat tim yang bertanding tanpa campur tangan manusia. Tim THU Robotics dari Universitas Tsinghua keluar sebagai juara setelah mengalahkan Mountain Sea dari Universitas Pertanian China dengan skor 5:3. Ini menjadi kompetisi sepak bola robot pertama yang sepenuhnya otomatis di China.
Setiap tim memainkan tiga robot aktif dan satu cadangan, dengan dua babak masing-masing 10 menit. Robot tersebut mampu berjalan, berlari, menendang bola, dan mengambil keputusan dalam waktu singkat berkat sensor dan kecerdasan buatan yang canggih, walau dengan beberapa keterbatasan dalam menghindar rintangan.
Teknologi yang digunakan memungkinkan robot mendeteksi bola hingga 20 meter dengan akurasi di atas 90 persen, serta mengenali elemen lapangan dan posisi lawan atau teman. Penyelenggara mengubah aturan untuk membolehkan tabrakan yang tidak merugikan, karena kemampuan penghindaran robot belum sempurna.
Dalam sejarah, China juga pernah mengadakan lomba lari jarak jauh antara humanoid robot dan manusia. Meski robot tercepat mampu menempuh 21 km dalam waktu 2 jam 40 menit, manusia masih jauh lebih cepat. Keikutsertaan robot dengan cara berjalan dan berlari alami ini membantu menguji kemampuan teknologi robotik.
Beijing akan menggelar World Humanoid Robot Sports Games 2025, memperluas cabang olahraga robot seperti atletik, senam, dan tari sinkron. Acara ini menunjukkan kemajuan teknologi robotik dan kecerdasan buatan yang diharapkan makin berkembang di masa depan.


