Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Perang Dagang dan Kritik The Fed Hancurkan Saham 7 Raksasa Teknologi AS

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
investment-and-capital-markets (11mo ago) investment-and-capital-markets (11mo ago)
22 Apr 2025
110 dibaca
1 menit
Perang Dagang dan Kritik The Fed Hancurkan Saham 7 Raksasa Teknologi AS

Rangkuman 15 Detik

Perang dagang antara AS dan China berdampak signifikan pada pasar saham teknologi.
Kritik terhadap The Fed dapat mempengaruhi stabilitas pasar keuangan.
Penurunan saham Magnificent Seven menunjukkan ketidakpastian di sektor teknologi.
Perang dagang terbaru antara Amerika Serikat (AS) dan China semakin keras menghantam 7 raksasa teknologi AS yang disebut 'Magnificent Seven'. Saham dari perusahaan-perusahaan besar seperti Nvidia dan Tesla dilaporkan anjlok tajam, dengan penurunan lebih dari 5%. Saham Alphabet Inc., Amazon.com, Inc., Apple Inc., Meta Platforms, Inc., dan Microsoft Corporation juga mengalami penurunan signifikan. Penurunan saham ini terjadi di tengah kritikan Presiden Trump kepada ketua The Fed, Jerome Powell, dan permintaan Trump untuk memecat Powell. Para ahli khawatir bahwa jika Trump memecat Powell, hal ini akan mengakhiri independensi The Fed dan menyebabkan penurunan lebih lanjut di pasar saham. Selain itu, perang dagang antara AS dan China juga berkontribusi pada ketidakstabilan pasar. AS telah menetapkan tarif 145% untuk barang-barang dari China dan mengancam akan menaikkan tarif hingga 245%. Sebagai balasan, China membebankan biaya 125% untuk produk AS yang masuk ke negara tersebut. Kementerian Perdagangan China menyatakan bahwa mereka akan mengambil tindakan balasan dengan tegas dan timbal balik terhadap kebijakan tarif impor baru yang diumumkan Trump.

Analisis Ahli

Ekonom Senior
Ketegangan perdagangan yang berkepanjangan bisa melemahkan pertumbuhan ekonomi global dan menimbulkan risiko resesi di beberapa negara, khususnya yang sangat bergantung pada teknologi.
Analis Pasar Saham
Kritikan terhadap the Fed dan ancaman memecat chairman akan membuat pasar semakin tidak stabil dan berpotensi menurunkan kepercayaan investor secara signifikan.