Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

M&A Teknologi di 2025: Harapan Bangkit Terhambat Ketidakpastian Tarif

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
TechCrunch TechCrunch
22 Apr 2025
143 dibaca
1 menit
M&A Teknologi di 2025: Harapan Bangkit Terhambat Ketidakpastian Tarif

Rangkuman 15 Detik

M&A dapat terjadi meskipun pasar tidak dalam kondisi baik, tetapi ketidakpastian dapat menghambat aktivitas.
Tarif yang diumumkan oleh pemerintah dapat mempengaruhi valuasi dan keputusan akuisisi perusahaan besar.
Startup yang kesulitan mendapatkan pendanaan mungkin harus mempertimbangkan akuisisi dengan valuasi yang lebih rendah.
Pasar modal ventura mengalami penurunan pada tahun 2022, membuat investor menunggu kembalinya exit melalui M&A dan IPO. Memasuki tahun 2025, ada harapan karena valuasi startup tahap akhir mulai pulih dan beberapa kesepakatan besar memberikan kesan bahwa rebound mungkin sedang berlangsung. Namun, pengumuman tarif baru oleh Donald Trump pada awal April 2025 menyebabkan ketidakpastian pasar. Pada kuartal pertama 2025, ada 205 akuisisi startup di AS, termasuk kesepakatan besar seperti pembelian Weights & Biases oleh CoreWeave seharga Rp 28.39 triliun ($1,7 miliar) dan akuisisi Wiz oleh Google seharga Rp 534.40 triliun ($32 miliar) . Namun, tarif baru yang diumumkan oleh Trump menyebabkan penurunan harga saham perusahaan teknologi besar dan menciptakan ketidakpastian di pasar. Para ahli seperti Stellar Tucker dan Kyle Stanford mencatat bahwa ketidakpastian ini membuat perusahaan ragu untuk melakukan akuisisi besar. Meskipun beberapa kesepakatan masih akan terjadi, terutama dari startup yang tidak dapat mengumpulkan dana, prospek untuk aktivitas M&A yang stabil di tahun 2025 tampak rendah. Ketidakpastian ini kemungkinan akan berlanjut hingga musim panas dan mungkin mempengaruhi aktivitas M&A sepanjang tahun.

Analisis Ahli

Kyle Stanford
Perusahaan besar akan sulit berinvestasi pada masa valuasi saham yang tertekan dan ketidakpastian pasar, sehingga memilih melakukan buyback saham daripada pembelian perusahaan.
Thomas Earnest
Perusahaan yang gagal menggalang pendanaan harus realistis menerima down rounds atau akuisisi dengan diskon, dan aktivitas M&A yang didorong oleh kebutuhan ini tetap terjadi meskipun pasar umum melambat.