AI summary
Ketidakpastian ekonomi akibat perang dagang mempengaruhi aktivitas M&A dan IPO. Meskipun ada beberapa kesepakatan besar, banyak perusahaan menunda rencana IPO mereka karena volatilitas pasar. Bankir dan analis mengharapkan pemulihan pasar M&A, tetapi mereka tetap waspada terhadap risiko yang ada. Artikel ini membahas tentang dampak perang dagang global yang dimulai oleh Presiden AS Donald Trump terhadap aktivitas merger dan akuisisi (M&A) di Wall Street. Meskipun volume M&A secara keseluruhan meningkat 12,6% menjadi hampir $984,38 miliar pada kuartal pertama, penurunan signifikan terjadi di AS, di mana volume M&A turun 13% menjadi $436,56 miliar. Banyak bankir merasa khawatir bahwa ketidakpastian akibat perang dagang akan memperlambat aktivitas M&A dalam beberapa tahun ke depan.Meskipun ada beberapa kesepakatan besar, seperti akuisisi Google senilai $32 miliar, banyak perusahaan yang ragu untuk melanjutkan rencana IPO (penawaran umum perdana) karena ketidakpastian pasar. Beberapa IPO baru-baru ini tidak memenuhi harapan, dan ada perusahaan yang menunda rencana IPO mereka karena volatilitas pasar. Hal ini membuat banyak bankir dan analis merasa pesimis tentang prospek pasar di masa depan.Namun, ada sedikit harapan karena masih ada banyak likuiditas di pasar dan keinginan untuk melakukan investasi. Beberapa bankir percaya bahwa setelah periode ketidakpastian ini, aktivitas M&A bisa kembali meningkat. Meskipun demikian, banyak perusahaan ingin melihat lebih banyak kepastian sebelum melanjutkan rencana mereka.
Pasar modal sangat sensitif terhadap perubahan kebijakan dan geopolitik, sehingga ketidakpastian ini jelas menahan para pelaku pasar untuk melakukan investasi besar. Kecenderungan ini bisa menghambat pertumbuhan ekonomi global dalam jangka menengah, khususnya di sektor teknologi dan infrastruktur yang selama ini menjadi pendorong utama M&A.