Perusahaan Jasa Minyak Hadapi Ketidakpastian Tarif dan Harga Minyak Turun
Bisnis
Ekonomi Makro
17 Apr 2025
103 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Ketidakpastian tarif AS dapat mempengaruhi aktivitas perusahaan layanan minyak.
Penurunan harga minyak dapat mengurangi pengeluaran di sektor shale AS.
Investor fokus pada proyeksi masa depan daripada hasil kuartal pertama.
Hasil minggu depan akan memberikan gambaran tentang bagaimana tiga perusahaan jasa ladang minyak terbesar di dunia menghadapi ketidakpastian tarif AS dan penurunan harga minyak. Presiden Donald Trump berjanji untuk meningkatkan produksi minyak dan gas AS, tetapi tarif yang luas telah memicu perang dagang global dan menimbulkan kekhawatiran tentang penghancuran permintaan.
Harga minyak mentah Brent telah turun dari Rp 133.85 juta ($80,15) per barel saat Trump menjabat menjadi Rp 111.31 juta ($66,65) per barel. Produksi minyak mentah yang lebih tinggi yang dijanjikan oleh OPEC+ juga telah menekan harga. Penurunan harga minyak lebih lanjut dapat menyebabkan kontraksi 20% dalam aktivitas ladang minyak domestik.
Tarif AS pada impor baja dan aluminium akan meningkatkan biaya bagi perusahaan jasa ladang minyak. Para analis memperkirakan bahwa pengeluaran di sektor shale AS turun sekitar 5% untuk setiap penurunan harga minyak sebesar Rp 83.50 ribu ($5) . Jumlah rig minyak dan gas AS turun tujuh menjadi 583 pada minggu yang berakhir 11 April.
Analisis Ahli
Stephen Gengaro
Penurunan pengeluaran eksplorasi dan produksi (E&P) merupakan faktor utama yang menurunkan permintaan jasa ladang minyak, dan ini akan mereda jika harga minyak terus melemah.Scott Gruber
Pasar jasa ladang minyak sedang menanti arah masa depan karena ketidakpastian ekonomi dan politik membuat proyeksi jangka pendek tidak relevan.