Geminids: Hujan Meteor Terbaik 2025 Setelah Perseids Terhalang Bulan Penuh
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
17 Apr 2025
269 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Meteor shower Perseid pada Agustus 2025 akan terhalang oleh bulan purnama.
Geminid adalah meteor shower yang lebih produktif dibandingkan Perseid.
3200 Phaethon adalah asteroid yang menjadi sumber meteor shower Geminid.
Hujan meteor Perseid yang biasanya menjadi favorit pengamat langit diperkirakan akan mengecewakan pada Agustus 2025 karena bulan hampir penuh yang akan menghalangi sebagian besar bintang jatuh. Namun, dengan perencanaan yang tepat, masih ada cara untuk melihatnya. Hujan meteor ini terjadi setiap Agustus ketika Bumi bergerak melalui puing-puing yang ditinggalkan oleh Comet Swift-Tuttle.
Comet Swift-Tuttle terakhir kali berada di tata surya bagian dalam pada tahun 1992 dan tidak akan kembali hingga tahun 2125. Setiap kali komet ini melewati tata surya bagian dalam, ia meninggalkan puing-puing yang dapat menyebabkan bintang jatuh di Bumi selama berabad-abad. Hujan meteor Perseid dapat menghasilkan hingga 100 bintang jatuh per jam pada malam puncaknya.
Sebaliknya, hujan meteor Geminid yang terjadi pada bulan Desember adalah yang paling produktif dengan hingga 150 bintang jatuh per jam pada malam puncaknya. Hujan meteor ini diproduksi oleh asteroid 3200 Phaethon dan akan mencapai puncaknya pada malam 12-13 Desember 2025. Untuk pengalaman terbaik, disarankan untuk menonton dari lokasi yang gelap dan terkenal dengan langit malam yang cerah, seperti San Pedro de Atacama di Chile atau Namibia.
Analisis Ahli
Dr. Emily Lakdawalla (Planetary Scientist)
Geminid meteor shower memberi peluang spektakuler karena menjadi satu-satunya hujan meteor yang dihasilkan oleh asteroid, menawarkan pandangan berbeda tentang dinamika debu angkasa dibanding komet.

