Microsoft Perkenalkan Kembali Recall Windows 11 yang Kontroversial, Risiko Privasi Masih Mengintai
Teknologi
Keamanan Siber
15 Apr 2025
44 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Fitur Recall Microsoft dapat menimbulkan risiko privasi yang signifikan bagi pengguna.
Meskipun ada upaya untuk meningkatkan kontrol pengguna, masalah keamanan tetap ada.
Kritik terhadap Recall menunjukkan kekhawatiran yang lebih luas tentang integrasi AI dalam produk teknologi.
Recall pertama kali diperkenalkan oleh Microsoft pada Mei 2024, namun mendapat banyak kritik dari praktisi keamanan dan advokat privasi. Mereka khawatir fitur ini bisa disalahgunakan oleh orang dalam yang jahat, penjahat, atau mata-mata negara jika mereka berhasil mendapatkan akses administratif ke perangkat Windows. Microsoft kemudian menangguhkan fitur ini setelah mendapat banyak kritik.
Pada Kamis, Microsoft mengumumkan bahwa mereka akan memperkenalkan kembali Recall, yang saat ini hanya tersedia untuk insider dengan akses ke Windows 11 Build 26100.3902 preview version. Recall memerlukan opt-in untuk menyimpan snapshot dan pendaftaran di Windows Hello untuk mengonfirmasi kehadiran pengguna. Snapshot yang diambil oleh Recall akan diproses dengan OCR dan AI Copilot untuk membantu pengguna menemukan hal-hal lebih cepat dan lebih mudah.
Namun, banyak yang masih khawatir tentang potensi penyalahgunaan fitur ini. Bahkan jika seorang pengguna tidak mengaktifkan Recall, mereka tidak memiliki kontrol atas pengaturan di perangkat pengguna lain, yang berarti informasi sensitif mereka masih bisa disimpan. Selain itu, database yang mudah dicari ini bisa menjadi target bagi aktor ancaman yang berhasil menginstal spyware di perangkat.
Analisis Ahli
Bruce Schneier
Fitur seperti Recall menempatkan privasi pengguna dalam bahaya besar karena pencatatan terus menerus tanpa batas yang dapat dimanfaatkan oleh aktor jahat atau lembaga pengawasan.Edward Snowden
Teknologi yang mengawasi aktivitas pengguna tanpa kontrol penuh dari semua pihak pengguna menciptakan risiko pengawasan berlebihan dan penyalahgunaan data yang serius.


