Trump Cabut Izin Keamanan Eks Pemimpin CISA dan Berlakukan Penyelidikan
Teknologi
Keamanan Siber
10 Apr 2025
253 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Tindakan Trump menunjukkan serangan terhadap lawan politiknya.
Chris Krebs dan Miles Taylor menjadi simbol perdebatan tentang kebebasan berbicara dalam pemerintahan.
Investigasi terhadap pejabat pemerintah dapat memicu kekhawatiran di kalangan komunitas keamanan siber.
Presiden Trump telah mencabut izin keamanan milik mantan pemimpin CISA Chris Krebs dan mantan pejabat DHS Miles Taylor serta memerintahkan penyelidikan terhadap pekerjaan mereka selama di layanan publik. Langkah ini merupakan bagian dari serangan Trump terhadap musuh politiknya. Taylor, yang pernah menjadi kepala staf untuk Sekretaris Keamanan Dalam Negeri, menulis op-ed dan buku yang mengkritik Trump dengan nama pena 'Anonymous'.
Trump memecat Krebs melalui tweet setelah Krebs menyatakan bahwa pemilu 2020 adalah yang paling aman dalam sejarah Amerika. Trump menyebut Krebs sebagai 'penipu' dan 'aib' selama penandatanganan perintah tersebut. SentinelOne, tempat Krebs bekerja saat ini, menyatakan akan bekerja sama dalam tinjauan izin keamanan.
Langkah-langkah terbaru ini dipastikan akan memicu kemarahan di komunitas keamanan siber dan keamanan nasional, di mana Krebs dan Taylor sangat dihormati. Trump juga memerintahkan penyelidikan terhadap kegiatan CISA selama enam tahun terakhir. Taylor menyatakan bahwa perbedaan pendapat tidak melanggar hukum dan Amerika sedang menuju jalan yang gelap.
Analisis Ahli
Brian Krebs (Jurnalis Keamanan Siber)
Tindakan pencabutan ini adalah serangan langsung terhadap profesional keamanan siber yang berusaha menjaga integritas dan keandalan sistem keamanan negara. Ini menciptakan preseden berbahaya bagi profesional yang bekerja untuk kebenaran dan keamanan publik.Julian Sanchez (Peneliti Kebebasan Sipil)
Mengaitkan perbedaan pendapat dengan tuduhan pengkhianatan adalah pelemahan mendalam terhadap demokrasi Amerika dan meritokrasi dalam pemerintahan.


