Chris Krebs Mundur dari SentinelOne untuk Hadapi Investigasi Trump atas Keamanan Siber
Teknologi
Keamanan Siber
17 Apr 2025
273 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Chris Krebs menghadapi investigasi dari Trump terkait pernyataan tentang pemilihan 2020.
Pencabutan izin keamanan dapat berdampak besar pada karir dan proyek yang melibatkan Krebs dan SentinelOne.
Serangan politik terhadap Krebs mencerminkan ketegangan yang terus berlanjut antara Trump dan mantan pejabat pemerintah.
Chris Krebs, mantan pejabat tinggi keamanan siber di pemerintahan Trump, mengumumkan bahwa ia meninggalkan perannya di SentinelOne untuk fokus melawan investigasi baru yang dilakukan oleh Donald Trump terhadap masa jabatannya di CISA. Pengumuman ini disampaikan dalam wawancara dengan Wall Street Journal, yang merupakan wawancara pertama Krebs sejak Trump membuka penyelidikan tersebut.
Trump mencabut semua izin keamanan yang tersisa dari Krebs dan memerintahkan Departemen Kehakiman untuk melakukan investigasi. Selain itu, Trump juga menangguhkan izin keamanan yang dimiliki oleh karyawan SentinelOne, yang merupakan respons langsung terhadap pernyataan CISA yang menyebutkan pemilu 2020 sebagai yang paling aman dalam sejarah Amerika.
CEO SentinelOne, Tomer Weingarten, menyatakan dukungannya terhadap Krebs, sementara Alex Stamos, yang mendirikan Krebs Stamos Group bersama Krebs, mengutuk serangan terhadap keluarga Krebs. Investigasi ini merupakan bagian dari serangkaian tindakan Trump terhadap musuh-musuh politiknya, termasuk mencabut izin keamanan untuk 51 mantan pejabat intelijen pada hari pertamanya kembali menjabat.
Analisis Ahli
Miles Taylor
Respons terhadap serangan ini akan menjadi contoh bagi individu lain yang menjadi target serangan eksekutif seperti ini, dan mendefinisikan sikap kolektif terhadap penggunaan izin keamanan sebagai alat politis.

