Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Lightmatter Kembangkan Chip Berbasis Cahaya untuk AI Lebih Cepat dan Hemat Energi

Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
News Publisher
09 Apr 2025
156 dibaca
1 menit
Lightmatter Kembangkan Chip Berbasis Cahaya untuk AI Lebih Cepat dan Hemat Energi

AI summary

Lightmatter mengembangkan chip fotonik yang dapat meningkatkan kecepatan dan efisiensi energi dalam kecerdasan buatan.
Teknologi ini mengatasi masalah presisi yang dihadapi oleh komputer fotonik sebelumnya.
CEO Lightmatter percaya bahwa inovasi dalam komputasi memiliki potensi nilai ekonomi yang sangat besar.
Startup Silicon Valley, Lightmatter, baru saja mengembangkan chip komputer baru yang menggunakan cahaya untuk melakukan perhitungan, bukan listrik. Chip ini dapat mempercepat pekerjaan kecerdasan buatan (AI) dan mengurangi penggunaan listrik. Lightmatter telah mendapatkan nilai sebesar $4,4 miliar setelah mengumpulkan $850 juta dari investasi. Mereka percaya bahwa dengan menggunakan cahaya, mereka dapat mengatasi masalah yang dihadapi oleh komputer tradisional yang menggunakan transistor, yang semakin sulit untuk diperkecil.Chip baru ini juga mampu menghitung dengan presisi yang sama seperti chip konvensional, meskipun CEO Lightmatter, Nick Harris, mengatakan bahwa teknologi ini mungkin baru akan menjadi umum dalam waktu sekitar sepuluh tahun. Dengan inovasi ini, Lightmatter berharap dapat membuka jalan baru untuk pengembangan komputer di masa depan, yang dapat membawa nilai ekonomi yang sangat besar.

Experts Analysis

Dr. Jelani Smith, ahli komputer kuantum
Teknologi fotonik menawarkan masa depan yang menjanjikan bagi komputasi berkecepatan tinggi dan efisiensi energi, namun integrasi dan skala produksi menjadi kunci utama keberhasilannya.
Prof. Anisa Rahma, pakar teknologi chip
Menggunakan cahaya untuk menghitung adalah paradigma baru yang menggeser teknologi transistor. Hal ini merupakan langkah berani yang bisa membuka peluang besar dalam industri AI dan komputasi.
Editorial Note
Pendekatan Lightmatter yang menggunakan fotonik untuk komputasi menembus batasan fisik transistor elektronik dan menunjukkan potensi besar dalam revolusi teknologi chip. Namun, tantangan besar tetap ada dalam membuat teknologi ini stabil dan presisi dalam aplikasi nyata, sehingga adopsi massalnya masih memerlukan waktu riset dan pengembangan yang intensif.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.