AI summary
Ketidakpastian dalam kebijakan perdagangan AS dapat mempengaruhi nilai dolar secara signifikan. Investor global mulai mempertimbangkan hedging untuk melindungi nilai aset mereka dari fluktuasi mata uang. Peningkatan rasio hedging di Jepang dapat menyebabkan permintaan besar untuk yen dan mempengaruhi nilai tukar dolar-yen. Rencana besar Donald Trump untuk mendefinisikan ulang perdagangan global telah mengguncang nilai dolar AS, membuat para investor yang memegang aset bernilai puluhan triliun dalam mata uang tersebut mencari cara untuk melindungi nilai aset mereka. Dolar AS dan Treasury AS menjadi korban terbesar dari gejolak pasar yang dipicu oleh tarif perdagangan timbal balik Presiden AS. Indeks yang mengukur nilai dolar terhadap enam mata uang utama lainnya berada di bawah 100 untuk pertama kalinya dalam hampir dua tahun.Investor asing memiliki $33 triliun saham dan obligasi berbasis dolar pada akhir 2024, dengan eksposur Jepang ke pasar dolar sekitar $2 triliun pada akhir 2023. Volatilitas mata uang bisa menyakitkan bagi investor obligasi yang pengembaliannya satu digit atau dua digit rendah. Para analis memperkirakan peningkatan rasio lindung nilai sebesar 10 hingga 15 poin jika dolar terus jatuh, yang berarti triliunan dolar bisa dijual untuk ditukar dengan mata uang lain.Para ahli seperti Vis Nayar dan Jin Moteki memberikan analisis mereka tentang situasi ini, dengan Nayar menyebutkan bahwa tarif perdagangan kemungkinan akan dilihat sebagai kenaikan pajak dan administrasi saat ini merasa bahwa dolar yang lebih lemah mungkin membantu mereka. Sementara itu, Moteki memperkirakan bahwa jika investor Jepang lebih khawatir tentang ekonomi AS, mereka akan meningkatkan repatriasi dan lindung nilai mata uang lebih agresif dari yang diperkirakan saat ini. Kisaran potensi aliran lindung nilai oleh investor Jepang adalah antara $100 miliar dan $250 miliar jika yen terus menguat.
Kebijakan perdagangan proteksionis di AS telah mengguncang kepercayaan yang selama ini kuat pada dolar sebagai mata uang cadangan utama dunia. Investor institusional kini harus membuat pilihan sulit antara menahan risiko besar atau menggeser portofolio mereka secara signifikan, sebuah indikasi perubahan paradigmatik dalam pasar valuta internasional.