TLDR
Keamanan siber menjadi prioritas utama bagi eksekutif teknologi di tahun 2025. Perusahaan perlu berinvestasi dalam pelatihan dan pengembangan keterampilan untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja di bidang teknologi. Kolaborasi antara CIO dan CHRO sangat penting untuk keberhasilan strategi keterampilan dan pelatihan. Ancaman keamanan siber telah menjadi tantangan utama bagi eksekutif teknologi, menurut laporan dari Experis. Hampir tiga perempat dari 1.393 responden, termasuk 480 eksekutif C-suite dan 913 pengambil keputusan senior TI dari sembilan negara, berencana meningkatkan pengeluaran untuk keamanan siber pada tahun 2025. Selain itu, CIO juga memprioritaskan modernisasi dan teknologi baru seperti cloud dan AI.Para pemimpin TI berencana mengatasi kekurangan keterampilan teknologi dengan menggabungkan perekrutan eksternal dan upskilling, serta merancang ulang peran pekerjaan. Lebih dari separuh responden melaporkan bahwa mereka menyematkan keterampilan AI ke dalam peran yang ada sebagai cara untuk membangun keahlian. Namun, hanya 14% responden yang menganggap hubungan antara CIO dan CHRO penting untuk sukses pada tahun 2025.Ancaman keamanan siber tetap menjadi perhatian utama, dengan 41% responden menyatakan ini adalah masalah yang paling mengkhawatirkan. Meskipun pembayaran ransomware cryptocurrency menurun 35% pada tahun 2024, aktivitasnya meningkat dan biaya kejahatan siber global diperkirakan mencapai $12 triliun pada tahun 2025. Investasi dalam keamanan siber tidak bisa dilakukan secara terpisah, melainkan harus dikoordinasikan dengan strategi dan adopsi alat yang tepat.