NSF Pangkas Jumlah Fellowship Peneliti Muda Hingga Setengah, Masa Depan Sains Terancam
Finansial
Kebijakan Fiskal
08 Apr 2025
45 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Pengurangan jumlah beasiswa GRFP dapat berdampak negatif pada karir ilmuwan muda.
NSF berusaha untuk mengurangi pengeluaran pemerintah, yang mempengaruhi pendanaan penelitian.
Kritik terhadap kebijakan pemerintah saat ini menunjukkan kekhawatiran tentang masa depan penelitian sains di AS.
Setiap April, National Science Foundation (NSF) AS menawarkan beasiswa bergengsi kepada sekitar 2.000 peneliti muda untuk mendukung karir mereka di bidang sains. Namun, tahun ini, NSF mengumumkan bahwa mereka hanya akan memberikan 1.000 beasiswa, mengurangi jumlah penerima beasiswa menjadi setengahnya.
Beasiswa ini memberikan tunjangan tahunan sebesar Rp 617.90 ribu (US$37.000) ditambah biaya kuliah, dan hanya sekitar 16% dari lebih dari 13.000 pelamar yang biasanya berhasil. Pemotongan ini dianggap sebagai 'heartbreaker' oleh banyak pihak karena dapat membuat perbedaan antara peneliti muda tetap di bidang sains atau mencari karir lain.
Pemotongan ini adalah salah satu cara paling efektif biaya bagi NSF untuk memberikan dana, namun banyak yang merasa bahwa ini adalah langkah yang salah. Selain itu, NSF juga menghadapi pengurangan jumlah staf sebesar 28%, yang dapat mempengaruhi kemampuan mereka untuk mengelola penghargaan di masa depan.
Analisis Ahli
Rob Denton
Potongan fellowship ini sangat menyakitkan karena penghentian dukungan dapat menyebabkan banyak peneliti muda meninggalkan sains dan beralih ke karier lain.Kenny Evans
Mengurangi GRFP sangat bodoh karena ini adalah cara paling efektif dan murah bagi NSF untuk mendanai riset dengan hasil jangka panjang yang signifikan.


