Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Tarif Perang Dagang Trump Picu Penurunan Tajam Pasar Saham AS

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
investment-and-capital-markets (11mo ago) investment-and-capital-markets (11mo ago)
07 Apr 2025
93 dibaca
1 menit
Tarif Perang Dagang Trump Picu Penurunan Tajam Pasar Saham AS

Rangkuman 15 Detik

Kebijakan tarif yang diumumkan oleh Trump memicu kekhawatiran akan perang dagang global.
Pasar saham AS mengalami penurunan signifikan, dengan S&P 500 memasuki wilayah pasar bearish.
Reaksi pasar sangat dipengaruhi oleh rumor dan berita terkait kebijakan perdagangan.
Indeks saham AS kembali mengalami penurunan pada perdagangan Senin pagi setelah Presiden Donald Trump memicu perang dagang global dan laporan bahwa ia mungkin mempertimbangkan keringanan sementara ternyata keliru. Saham AS telah terpukul oleh rencana tarif impor pemerintahan Trump, yang menyebabkan kekhawatiran akan pertumbuhan ekonomi dan tekanan inflasi. Indeks S&P 500 turun 20% dari rekor penutupan tertinggi Februari, sementara Dow Jones turun hampir 17% dari rekor tertinggi Desember. Pada satu titik, saham sempat berbalik arah dan naik setelah laporan bahwa Trump mempertimbangkan jeda 90 hari pada tarif, namun Gedung Putih segera membantah laporan tersebut, mengembalikan pasar ke zona merah. Trump mengumumkan tarif besar terhadap mitra dagang AS minggu lalu, yang memicu pembalasan dari China dan kekhawatiran akan dampak negatif pada ekonomi. Dalam dua sesi setelah keputusan tarif, S&P 500 jatuh 10.5%, menghapus hampir Rp 83.50 quadriliun ($5 triliun) nilai pasar, menandai kerugian dua hari terbesar sejak Maret 2020.

Analisis Ahli

Robert Pavlik
Situasi pasar sangat buruk saat ini karena rumor yang tidak dikonfirmasi sudah cukup untuk menggerakkan harga saham secara signifikan, menunjukkan tingkat ketakutan yang tinggi di kalangan investor.