Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pasar Saham AS Masuk Bear Market Akibat Tarif Trump yang Meningkat

Bisnis
Ekonomi Makro
macro-economics (11mo ago) macro-economics (11mo ago)
07 Apr 2025
78 dibaca
1 menit
Pasar Saham AS Masuk Bear Market Akibat Tarif Trump yang Meningkat

Rangkuman 15 Detik

Pasar beruang terjadi ketika saham turun lebih dari 20% dari puncak terbaru.
Kebijakan tarif Donald Trump telah memicu kekhawatiran di kalangan investor dan menyebabkan penurunan pasar saham.
Pasar beruang dapat berlangsung lebih lama dibandingkan dengan koreksi pasar yang lebih ringan.
Pasar saham AS mengalami penurunan yang signifikan akibat tarif yang diterapkan oleh Presiden Donald Trump terhadap beberapa negara, sehingga memasuki apa yang disebut sebagai "bear market." Bear market terjadi ketika harga saham turun lebih dari 20% dari puncak terbaru. Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran bahwa perang dagang yang semakin meluas akan menyebabkan harga barang naik dan berpotensi memicu resesi. Dalam beberapa hari terakhir, indeks saham seperti Dow dan S&P 500 mengalami kerugian besar, termasuk penurunan lebih dari 1.500 poin dalam dua hari berturut-turut. Bear market dapat menjadi tanda bahwa ekonomi mungkin akan melambat, meskipun tidak selalu diikuti oleh resesi. Resesi biasanya didefinisikan sebagai penurunan ekonomi selama dua kuartal berturut-turut. Bear market bisa berlangsung dari beberapa bulan hingga beberapa tahun, jauh lebih lama dibandingkan dengan penurunan pasar yang lebih ringan yang biasanya pulih dalam waktu sekitar empat bulan. Sejak tahun 1929, ada lebih banyak bear market dibandingkan resesi di AS, dan meskipun tidak semua bear market diikuti oleh resesi, penurunan yang cepat saat ini membuat banyak investor merasa cemas.

Analisis Ahli

Greg McBride
Kecepatan penurunan pasar sejak akhir pekan sangat unik dan mengganggu, sehingga investor disarankan untuk tidak melakukan penjualan panik.