Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Apakah Saham Energi Aman Dibeli Saat Trump Menjabat Lagi? Eksekutif Minyak Bilang Tidak

Bisnis
Ekonomi Makro
macro-economics (11mo ago) macro-economics (11mo ago)
05 Apr 2025
44 dibaca
1 menit
Apakah Saham Energi Aman Dibeli Saat Trump Menjabat Lagi? Eksekutif Minyak Bilang Tidak

Rangkuman 15 Detik

Ketidakpastian politik dapat mempengaruhi pasar energi secara signifikan.
Perusahaan besar seperti Chevron lebih siap menghadapi tantangan dibandingkan perusahaan kecil.
Tarif yang diterapkan dapat meningkatkan biaya dan mempengaruhi permintaan energi di masa depan.
Banyak eksekutif di industri minyak dan gas mendukung Presiden Donald Trump untuk masa jabatan kedua. Meskipun saham energi naik setelah Trump terpilih, survei dari Federal Reserve Bank of Dallas menunjukkan bahwa banyak eksekutif merasa tidak pasti tentang masa depan. Sekitar 60,8% dari mereka melaporkan peningkatan ketidakpastian, dan lebih banyak yang melihat prospek perusahaan mereka memburuk daripada yang merasa membaik. Salah satu masalah utama adalah tarif yang diterapkan oleh pemerintahan Trump, yang dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan biaya bagi perusahaan minyak dan gas. Beberapa eksekutif juga khawatir bahwa upaya untuk meningkatkan produksi minyak domestik bisa berdampak negatif, terutama jika harga minyak turun menjadi Rp 835.00 ribu ($50) per barel, yang bisa menyebabkan penurunan produksi. Meskipun ada ketidakpastian, perusahaan minyak besar seperti Chevron dan perusahaan energi midstream seperti Enterprise Products Partners mungkin lebih mampu bertahan. Namun, sebelum berinvestasi, penting untuk mempertimbangkan rekomendasi dari analis yang mungkin memiliki pilihan saham yang lebih baik.

Analisis Ahli

Keith Speights
Menyatakan bahwa meskipun deregulasi membantu, ketidakpastian dan tarif adalah faktor signifikan yang menghambat prospek perusahaan minyak dan gas.