3 Saham Energi Tangguh Ini Tumbuh di Tengah Harga Minyak Turun
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
30 Mar 2025
284 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
ExxonMobil memiliki neraca keuangan yang kuat dan sejarah dividen yang panjang.
Plains All American Pipeline menghasilkan aliran kas yang stabil meskipun harga minyak berfluktuasi.
Chevron memiliki rencana pertumbuhan yang ambisius meskipun menghadapi tantangan dari penurunan harga minyak.
Harga minyak mentah telah turun sekitar 15% dalam setahun terakhir, dengan harga West Texas Intermediate (WTI) di bawah Rp 1.17 juta ($70) per barel. Penurunan ini berdampak pada arus kas banyak perusahaan energi. Namun, ada beberapa saham energi yang lebih mampu menghadapi fluktuasi harga minyak, seperti ExxonMobil, Plains All American Pipeline, dan Chevron. Ketiga perusahaan ini dianggap sebagai pilihan yang baik bagi investor yang mencari pertumbuhan yang stabil meskipun harga minyak berfluktuasi.
ExxonMobil memiliki neraca keuangan yang kuat dan telah meningkatkan dividen selama 42 tahun berturut-turut. Perusahaan ini mampu bertahan dalam masa sulit dan memanfaatkan peluang untuk membeli perusahaan kecil saat harga minyak turun. Plains All American Pipeline, di sisi lain, memiliki arus kas yang stabil karena sebagian besar pendapatannya berasal dari kontrak jangka panjang. Mereka juga baru saja melakukan akuisisi untuk meningkatkan operasi mereka dan meningkatkan distribusi dividen.
Chevron, sebagai salah satu produsen minyak terbesar, juga menunjukkan kepercayaan investor meskipun harga minyak turun. Perusahaan ini menargetkan pertumbuhan produksi dan arus kas yang signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Dengan rencana untuk mengurangi biaya dan menjual beberapa aset, Chevron berusaha untuk meningkatkan arus kas dan dividen, yang dapat mendukung pertumbuhan harga sahamnya di masa depan.
Analisis Ahli
Reuben Gregg Brewer
ExxonMobil siap menghadapi masa sulit berkat neraca yang kuat dan kemampuan berinvestasi saat harga minyak rendah.Matt DiLallo
Plains All American Pipeline menghasilkan kas stabil melalui kontrak jangka panjang dan investasi strategis, sehingga distribusi dividen dapat terus meningkat.Neha Chamaria
Chevron punya rencana pertumbuhan yang jelas dan mampu meningkatkan arus kas bebas, yang membuat sahamnya menarik meski harga minyak menurun.