Presiden Taiwan Beri Dukungan Maksimal Hadapi Tarif AS 32 Persen
Bisnis
Ekonomi Makro
05 Apr 2025
125 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Presiden Taiwan berkomitmen untuk mendukung industri teknologi di tengah tantangan tarif dari AS.
TSMC dan Foxconn, sebagai pemain utama dalam industri semikonduktor, terlibat dalam diskusi mengenai dampak tarif.
Pemerintah Taiwan menyediakan bantuan finansial signifikan untuk membantu perusahaan menghadapi situasi perdagangan yang sulit.
Presiden Taiwan, Lai Ching-te, baru-baru ini bertemu dengan para eksekutif teknologi untuk membahas cara menghadapi tarif baru yang diberlakukan oleh Amerika Serikat. Tarif ini mencapai 32% untuk produk Taiwan, yang merupakan masalah karena Taiwan memiliki surplus perdagangan yang besar dengan AS. Meskipun tarif ini tidak berlaku untuk semikonduktor, yang merupakan salah satu ekspor utama Taiwan, Lai berjanji untuk memberikan dukungan maksimal kepada industri agar tetap kompetitif di pasar global.
Dalam pertemuan tersebut, Lai berharap dapat membantu menstabilkan situasi ekonomi dan melindungi kepentingan nasional Taiwan. Beberapa eksekutif dari perusahaan besar seperti TSMC, produsen chip terbesar di dunia, dan Foxconn, pemasok utama Apple, dilaporkan hadir. Pemerintah Taiwan juga mengumumkan akan memberikan bantuan finansial sebesar TRp 1.47 quadriliun ($88 miliar) (sekitar Rp 44.59 triliun ($2,67 miliar) ) untuk membantu perusahaan menghadapi dampak dari tarif tersebut.
Taiwan menganggap tarif yang dikenakan oleh AS tidak adil dan berencana untuk mendiskusikannya lebih lanjut dengan pihak AS. Meskipun demikian, Taiwan belum mengumumkan rencana untuk membalas dengan tarif balasan.
Analisis Ahli
Ben Blanchard
Presiden Lai menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas ekonomi Taiwan meskipun menghadapi kebijakan tarif AS yang signifikan.

