AI summary
Yuan mengalami penurunan ke level terendah dalam tujuh minggu setelah pengumuman tarif baru. Tarif baru yang dikenakan oleh AS lebih agresif dari yang diperkirakan, mempengaruhi pasar saham dan ekonomi China. PBOC berusaha untuk mempertahankan stabilitas yuan melalui intervensi di pasar. Yuan China mengalami penurunan ke level terendah dalam tujuh minggu setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif baru yang tinggi, terutama untuk China dan mitra dagangnya. Tarif baru ini mencapai 34% di atas tarif 20% yang sudah ada, sehingga totalnya menjadi 54%. Pasar saham di China juga turun, dengan indeks CSI 300 dan Hang Seng mengalami penurunan.Meskipun ada tekanan untuk depresiasi yuan, analis percaya bahwa China tidak akan secara sengaja menurunkan nilai mata uangnya karena hal itu bisa menyebabkan lebih banyak tarif dan mengganggu stabilitas mata uang. Bank-bank milik negara China terlihat membeli yuan untuk mendukung nilainya, dan Bank Sentral China menetapkan nilai tengah yuan lebih tinggi dari perkiraan pasar.Trump juga menandatangani perintah untuk menutup celah perdagangan yang memungkinkan pengiriman paket bernilai rendah dari China tanpa bea masuk. Meskipun ada harapan untuk negosiasi perdagangan antara AS dan China, investor asing mungkin akan menjauh dari pasar China untuk sementara waktu. Hal ini bisa mempengaruhi rencana Beijing untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan sekitar 5% pada tahun 2025.
Kebijakan tarif yang agresif ini tidak hanya akan memperburuk hubungan dagang tapi juga menimbulkan risiko besar bagi stabilitas pasar keuangan di Asia. Pemerintah China harus berhati-hati dalam menstabilkan yuan agar tidak memicu eskalasi yang lebih jauh, namun tekanan eksternal akan terus membatasi ruang gerak kebijakan ekonominya.