Kontroversi Gambar AI Bergaya Studio Ghibli dan Hak Cipta Seniman Asli
Teknologi
Kecerdasan Buatan
04 Apr 2025
31 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Penggemar Studio Ghibli menolak seni AI karena dianggap melanggar hak cipta.
Hayao Miyazaki secara terbuka mengkritik seni yang dihasilkan oleh AI.
OpenAI menghadapi gugatan dari beberapa organisasi terkait penggunaan materi berhak cipta.
Minggu lalu, OpenAI meluncurkan fitur pembuatan gambar menggunakan AI di ChatGPT, dan banyak pengguna media sosial terkejut ketika mereka bisa membuat gambar yang mirip dengan film animasi dari Studio Ghibli. Namun, para penggemar Ghibli di subreddit mereka menegaskan larangan terhadap seni AI, karena mereka merasa bahwa gambar-gambar tersebut bukan penghormatan, melainkan salinan yang dihasilkan dari karya seniman terkenal seperti Hayao Miyazaki tanpa izin.
Miyazaki sendiri pernah mengungkapkan ketidaksukaannya terhadap seni yang dihasilkan oleh AI, mengatakan bahwa pencipta karya tersebut tidak memahami rasa sakit dan emosi yang sebenarnya. Hal ini membuat penggemar semakin bersemangat untuk melindungi karya-karya Ghibli dari imitasi yang dihasilkan oleh AI. Selain itu, beberapa penerbit, termasuk The New York Times, juga telah menggugat OpenAI karena menggunakan materi berhak cipta tanpa izin untuk melatih model AI mereka.
Dengan fitur baru ini, OpenAI melaporkan bahwa lebih dari 130 juta pengguna telah menghasilkan lebih dari 700 juta gambar. Meskipun banyak yang terinspirasi oleh kreativitas visual yang dihasilkan, banyak penggemar Ghibli yang merasa bahwa penggunaan AI untuk menciptakan gambar dalam gaya Ghibli adalah hal yang tidak pantas dan merugikan seniman asli.
Analisis Ahli
Lawrence Lessig
Penggunaan karya berhak cipta dalam pelatihan AI tanpa izin melanggar prinsip hak cipta dan mengancam masa depan kreativitas artistik.Kate Crawford
AI harus dibangun dengan memperhatikan etika dan izin kreator agar teknologi tidak mengeksploitasi hasil kerja manusia.
