Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kontroversi AI Gaya Studio Ghibli: Seni Tradisional Hadapi Gelombang Digital

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (12mo ago) artificial-intelligence (12mo ago)
29 Mar 2025
255 dibaca
2 menit
Kontroversi AI Gaya Studio Ghibli: Seni Tradisional Hadapi Gelombang Digital

Rangkuman 15 Detik

AI-generated art dalam gaya Ghibli memicu kontroversi terkait hak cipta dan etika.
Hayao Miyazaki menolak penggunaan AI dalam seni, menekankan pentingnya sentuhan manusia.
Perdebatan tentang dampak AI pada kreativitas manusia dan industri seni terus berlanjut.
Karya seni yang dihasilkan oleh AI dengan gaya Studio Ghibli baru-baru ini menjadi perbincangan hangat di media sosial. Alat pembuat gambar terbaru dari OpenAI, yang diluncurkan pada 25 Maret, memungkinkan pengguna untuk menciptakan gambar yang mirip dengan gaya animasi legendaris Hayao Miyazaki. Banyak orang membagikan karya seni Ghibli yang dihasilkan AI di platform seperti X, Instagram, dan Reddit. Namun, hal ini juga memunculkan kekhawatiran tentang etika dan hukum, karena AI menggunakan gaya seni tanpa izin atau kompensasi. Hayao Miyazaki sendiri dikenal sangat menentang penggunaan AI dalam seni. Dalam sebuah video tahun 2016, ia menunjukkan ketidaksukaannya terhadap animasi yang dihasilkan AI, yang menurutnya tidak menghargai kehidupan dan emosi manusia. Miyazaki percaya bahwa seni harus memiliki sentuhan manusia dan tidak bisa digantikan oleh teknologi. Kenaikan popularitas seni Ghibli yang dihasilkan AI juga menimbulkan masalah hukum terkait hak cipta. CEO OpenAI, Sam Altman, sempat menggunakan gambar Ghibli yang dihasilkan AI sebagai foto profilnya, tetapi kemudian menghadapi kritik dan menunda akses gratis untuk alat tersebut. Banyak seniman merasa bahwa penggunaan gaya Ghibli tanpa kompensasi adalah bentuk eksploitasi, dan ini memicu perdebatan lebih luas tentang hubungan antara kecerdasan buatan dan kreativitas manusia.

Analisis Ahli

Karla Ortiz
Menganggap penggunaan gaya Studio Ghibli oleh AI tanpa kompensasi sebagai bentuk eksploitasi dan penghinaan terhadap hak cipta seniman.
Hayao Miyazaki
Mengecam keras animasi berbasis AI yang dianggap tidak menghargai rasa sakit dan nilai kehidupan, menunjukkan komitmennya pada sentuhan manusia dalam seni animasi.