Mark Zuckerberg Melobi Trump Hindari Persidangan Antitrust Besar Meta di AS
Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
03 Apr 2025
16 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Meta sedang menghadapi tantangan hukum terkait akuisisi WhatsApp dan Instagram.
FTC terus menegakkan hukum antitrust terhadap perusahaan teknologi besar.
Mark Zuckerberg berusaha untuk mencapai penyelesaian dengan pemerintah untuk menghindari pengadilan.
Meta Platforms, perusahaan yang dipimpin oleh CEO Mark Zuckerberg, sedang berusaha untuk mencapai kesepakatan dengan Presiden AS Donald Trump agar perusahaan tersebut tidak menghadapi persidangan antitrust yang dijadwalkan pada 14 April. Persidangan ini bisa memaksa Meta untuk membatalkan akuisisi aplikasi WhatsApp dan Instagram. Meta mengklaim bahwa akuisisi tersebut telah baik untuk persaingan dan konsumen, sementara FTC (Komisi Perdagangan Federal) berpendapat bahwa Meta telah melakukan praktik monopoli.
Kasus ini merupakan bagian dari upaya besar-besaran pemerintah AS untuk mengawasi dan mengatur perusahaan teknologi besar, yang dimulai pada masa kepresidenan Trump dan berlanjut di bawah Presiden Joe Biden. FTC telah mengajukan gugatan terhadap Meta sejak tahun 2020, menuduh perusahaan tersebut mengakuisisi Instagram dan WhatsApp untuk menghilangkan pesaing yang mungkin muncul.
Selain Meta, perusahaan-perusahaan besar lainnya seperti Amazon dan Apple juga sedang menghadapi gugatan antitrust. FTC dan Departemen Kehakiman AS sedang berusaha untuk menegakkan hukum yang lebih ketat terhadap perusahaan-perusahaan teknologi besar ini untuk memastikan persaingan yang sehat di pasar.
Analisis Ahli
Lina Khan
Sebagai Ketua FTC, Lina Khan konsisten dalam upaya memperketat regulasi antitrust terhadap perusahaan teknologi besar, dan kasus Meta merupakan ujian penting bagi kebijakan tersebut.Tim Wu
Sebagai profesor hukum dan pencetus istilah 'net neutrality', ia menilai pengawasan ketat terhadap Meta adalah langkah krusial agar persaingan pasar digital tetap sehat dan inovasi tidak terhambat.