AI summary
Penggunaan akun pribadi untuk komunikasi sensitif dapat menimbulkan risiko keamanan. Praktik komunikasi yang tidak sesuai dapat menarik perhatian publik dan media. Perbandingan dengan skandal email Hillary Clinton menunjukkan konsistensi dalam isu keamanan informasi di pemerintahan. Minggu lalu, Penasihat Keamanan Nasional Michael Waltz secara tidak sengaja mengundang seorang jurnalis ke dalam obrolan Signal yang membahas rencana serangan militer. Hari ini, laporan baru dari Washington Post mengungkap bahwa Waltz juga telah mendiskusikan "posisi militer sensitif dan sistem senjata yang kuat" menggunakan akun Gmail pribadinya. Dia dan anggota Dewan Keamanan Nasional lainnya menggunakan Gmail untuk percakapan teknis dengan rekan-rekan di lembaga pemerintah lain, meskipun beberapa pejabat pemerintah mengatakan bahwa Waltz juga menerima informasi yang kurang sensitif tetapi bisa dieksploitasi, seperti jadwal dan dokumen kerja lainnya.Juru bicara Dewan Keamanan Nasional, Brian Hughes, menyatakan bahwa Waltz tidak mengirimkan informasi rahasia melalui akun terbuka dan tidak ada bukti bahwa dia menggunakan email pribadinya seperti yang dilaporkan. Laporan ini kembali menarik perhatian pada praktik komunikasi Waltz setelah dia mengundang editor The Atlantic, Jeffrey Goldberg, ke dalam obrolan tentang serangan militer di Yaman yang terjadi pada hari yang sama.Selain itu, laporan dari Wired menunjukkan bahwa akun Venmo publik Waltz mengungkapkan nama ratusan orang yang berhubungan dengannya, termasuk jurnalis dan perwira militer. Informasi akun online pribadi Waltz dan pejabat pemerintahan Trump lainnya juga ditemukan dalam kebocoran database online, termasuk beberapa kata sandi untuk alamat email Waltz.
Penggunaan akun pribadi untuk komunikasi militer sensitif memperlihatkan lemahnya penerapan protokol keamanan di tingkat tinggi pemerintahan. Jika tidak diperbaiki, kebocoran data yang lebih besar bisa terjadi yang berpotensi membahayakan keamanan nasional dan integritas operasi militer.