AI summary
Penggunaan aplikasi komunikasi yang tidak sesuai dapat menimbulkan risiko keamanan yang serius. TeleMessage Signal, meskipun dirancang untuk kepatuhan, dapat mengurangi privasi dan keamanan komunikasi. Pentingnya mengikuti protokol keamanan dalam komunikasi sensitif di pemerintahan. Pada hari Kamis, Reuters menerbitkan foto yang menunjukkan penasihat keamanan nasional AS saat itu, Mike Waltz, menggunakan aplikasi pesan terenkripsi TeleMessage Signal selama rapat kabinet di Gedung Putih. Aplikasi ini digunakan untuk berkomunikasi dengan pejabat tinggi AS lainnya, termasuk JD Vance, Marco Rubio, dan Tulsi Gabbard. Penggunaan aplikasi ini menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan dan kepatuhan terhadap undang-undang retensi data federal.TeleMessage Signal adalah aplikasi yang dibuat di Israel dan diakuisisi oleh perusahaan AS, Smarsh. Aplikasi ini menciptakan duplikat aplikasi komunikasi dengan alat 'mobile archiver' untuk merekam dan menyimpan pesan. Namun, aplikasi ini tidak disetujui untuk digunakan di bawah program FedRAMP pemerintah AS, yang menimbulkan risiko keamanan tambahan.Para ahli keamanan, termasuk Jake Williams dan Matt Green, mengkritik penggunaan aplikasi ini oleh pemerintah AS. Mereka menyoroti potensi kebocoran data ke negara asing dan risiko keamanan yang ditimbulkan oleh penggunaan teknologi asing untuk mengarsipkan data sensitif. Meskipun Signal adalah aplikasi yang disetujui untuk digunakan oleh pemerintah, penggunaan TeleMessage Signal menimbulkan banyak pertanyaan tentang keamanan dan kepatuhan.
Penggunaan aplikasi seperti TeleMessage Signal yang menggabungkan enkripsi dengan pencadangan arsip membuka celah keamanan yang serius dan menunjukkan ketidaksiapan pemerintah dalam mengelola teknologi komunikasi modern secara aman. Ini memperlihatkan kurangnya koordinasi dan pemahaman mendalam tentang implikasi teknologi serta kebijakan keamanan data yang harusnya menjadi prioritas utama dalam posisi strategis seperti penasihat keamanan nasional.