AI summary
Tiongkok telah meningkat pesat dalam peringkat inovasi global, meskipun tetap di posisi ke-10. Investasi Tiongkok dalam R&D menunjukkan komitmen untuk menjadi pemimpin dalam sains dan teknologi. Laporan CASTED mencerminkan kemajuan Tiongkok dalam inovasi dan ekosistem inovasi yang semakin baik. Menurut laporan terbaru dari Akademi Sains dan Teknologi untuk Pembangunan (CASTED), China berada di peringkat ke-10 dalam tabel inovasi global. Laporan ini mengevaluasi kemampuan inovasi dari 40 negara yang menyumbang lebih dari 85 persen produk domestik bruto dunia. Meskipun China telah membuat kemajuan pesat dalam berbagai industri baru seperti robotika dan mobil listrik, negara ini tetap berada di posisi yang sama selama tiga tahun terakhir.Sejak tahun 2012, China telah naik peringkat lebih cepat daripada negara lain, dari peringkat ke-20 menjadi ke-10. Namun, negara ini masih berada di belakang negara-negara seperti Amerika Serikat, Swiss, Korea Selatan, dan Jepang. Pemerintah China telah menjadikan pengembangan inovasi domestik sebagai tujuan utama, dengan rencana untuk menjadi pemimpin global dalam sains dan teknologi pada tahun 2035.Untuk mencapai tujuan tersebut, China telah meningkatkan investasi dalam penelitian dan pengembangan (R&D). Pada tahun 2024, China mengalokasikan 3,6 triliun yuan (sekitar 500 miliar dolar AS) untuk R&D, menjadikannya sebagai negara dengan investasi terbesar kedua setelah Amerika Serikat. Investasi ini membantu China meningkatkan output pengetahuan, inovasi perusahaan, dan ekosistem inovasi yang lebih baik.
Percepatan investasi China dalam R&D jelas telah memberikan dampak nyata pada kemajuan inovasinya, meskipun posisi ke-10 tampak stagnan dalam beberapa tahun terakhir. Untuk benar-benar menjadi pemimpin global, China harus fokus pada kualitas inovasi dan ekosistem yang mendukung keberlanjutan penemuan, bukan hanya kuantitas investasi.