Presiden Prabowo Bertemu Investor untuk Perbaiki Regulasi dan Iklim Investasi
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
31 Mar 2025
45 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Presiden Prabowo Subianto berkomitmen untuk meningkatkan iklim investasi di Indonesia.
Regulasi yang membebani pelaku usaha menjadi fokus utama dalam proses deregulasi.
Kerjasama dengan Apindo diharapkan dapat mempercepat perbaikan regulasi yang ada.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Pandjaitan mengungkapkan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto akan bertemu dengan investor dan analis pasar modal untuk memastikan iklim investasi di Indonesia tetap sehat dan kompetitif. Pertemuan ini dilakukan karena pasar saham Indonesia mengalami penurunan akibat ditinggal investor asing. Luhut menekankan bahwa komitmen ini bukan hanya wacana, tetapi langkah nyata untuk memperbaiki situasi.
Luhut juga menyebutkan bahwa mereka telah berdiskusi dengan pimpinan Apindo mengenai masalah regulasi yang menjadi hambatan bagi pelaku usaha. Presiden telah memberikan instruksi untuk melakukan deregulasi terhadap aturan yang tidak tepat dan membebani usaha. Ia ingin memastikan bahwa proses deregulasi ini benar-benar berjalan dan memberikan perubahan yang nyata.
Saat ini, banyak pelaku usaha menganggap regulasi sebagai hambatan utama, dan Indonesia masih tertinggal dalam hal regulasi dibandingkan negara lain seperti Singapura dan Vietnam. Luhut meminta Apindo untuk membantu menyusun daftar regulasi yang rumit dan membebani, agar pemerintah bisa memperbaiki iklim usaha di Indonesia. Setelah libur Idulfitri, Luhut akan melaporkan hasil pertemuannya kepada Presiden untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.
Analisis Ahli
Febrio Kacaribu (Mantan Kepala Bappenas)
Pendekatan yang melibatkan dialog langsung dengan pelaku pasar sangat penting untuk memastikan kebijakan yang dibuat benar-benar bisa dijalankan dan memberikan dampak positif. Deregulasi yang efektif dapat memangkas birokrasi yang selama ini memperlambat pertumbuhan usaha.
