Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Taiwan Selidiki SMIC Atas Dugaan Perekrutan Insinyur Semikonduktor Ilegal

Bisnis
Ekonomi Makro
macro-economics (12mo ago) macro-economics (12mo ago)
28 Mar 2025
162 dibaca
1 menit
Taiwan Selidiki SMIC Atas Dugaan Perekrutan Insinyur Semikonduktor Ilegal

Rangkuman 15 Detik

Taiwan meningkatkan upaya untuk melindungi industri semikonduktornya dari pencurian pengetahuan.
SMIC diduga menggunakan perusahaan cangkang untuk merekrut pekerja teknologi dari Taiwan.
Investigasi ini mencerminkan ketegangan antara Taiwan dan Tiongkok dalam konteks industri teknologi tinggi.
Taiwan sedang menyelidiki apakah perusahaan semikonduktor terbesar China, SMIC, secara ilegal menarik pekerja teknologi Taiwan dengan menggunakan perusahaan shell yang berpura-pura berasal dari Samoa. Taiwan, yang dianggap China sebagai wilayahnya, berusaha keras untuk menghentikan aktivitas ilegal oleh perusahaan-perusahaan China yang mencoba mencuri pengetahuan dan menarik bakat dari Taiwan, yang terkenal dalam produksi semikonduktor canggih. Biro investigasi kementerian kehakiman Taiwan menyatakan bahwa SMIC telah mendirikan anak perusahaan di Taiwan untuk merekrut insinyur. Perusahaan ini beroperasi di Hsinchu, yang merupakan pusat semikonduktor utama di Taiwan dan juga tempat kantor TSMC, perusahaan pembuat chip terbesar di dunia. SMIC belum memberikan komentar mengenai penyelidikan ini. Sejak tahun 2020, Taiwan telah menyelidiki lebih dari 100 kasus terkait pencurian bakat oleh perusahaan-perusahaan China. Biro tersebut mengatakan bahwa industri teknologi tinggi sangat penting bagi ekonomi Taiwan, dan banyak perusahaan mencoba menarik insinyur Taiwan dengan menyamar sebagai perusahaan lokal atau asing.

Analisis Ahli

James Mulvenon (Ahli Keamanan dan Intelijen Asia Timur)
Tindakan SMIC ini bukan hanya soal perekrutan tenaga kerja, melainkan bagian dari strategi jangka panjang China untuk mendapatkan dominasi dalam teknologi semikonduktor, yang sangat kritikal secara geopolitik.