Pertamina dan Pemerintah Bangun Sarana Air Bersih Atasi Kekeringan NTT
Sains
Iklim dan Lingkungan
29 Mar 2025
263 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Kekeringan menjadi masalah serius bagi masyarakat NTT, terutama di Desa Tanaduen.
PT Pertamina berperan aktif dalam menyediakan infrastruktur air bersih untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Pembangunan sarana air bersih diharapkan dapat meningkatkan efisiensi waktu dan produktivitas ekonomi masyarakat.
Di Nusa Tenggara Timur (NTT), bencana kekeringan menjadi masalah serius bagi warga. Pada tahun 2023, delapan kabupaten mengalami kekeringan, dan banyak warga harus berjalan jauh hingga 10 kilometer untuk membeli air bersih. Di Desa Tanaduen, Kangae, Kepala Desa Paulus Johnson Aritos mengungkapkan bahwa akses air bersih sangat sulit, terutama saat musim kemarau.
Namun, pada akhir tahun 2024, masalah ini mulai teratasi berkat dukungan dari Pemerintah Daerah dan PT Pertamina. Mereka membangun infrastruktur air bersih, termasuk sumur, pompa, dan sistem distribusi yang menjangkau rumah-rumah warga. Dengan adanya sarana ini, diharapkan masyarakat bisa mendapatkan air bersih dengan lebih mudah dan mengurangi biaya serta waktu yang dihabiskan untuk mencarinya.
PT Pertamina juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program sanitasi air bersih. Pada tahun 2024, mereka telah membangun 131 titik sanitasi air bersih di berbagai daerah, termasuk NTT. Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat mendapatkan akses air bersih dan sanitasi yang layak, sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.
Analisis Ahli
Dr. Made Suhendra (Ahli Sumber Daya Air)
Pembangunan infrastruktur air bersih di wilayah kekeringan seperti NTT adalah langkah strategis yang dapat mengurangi risiko kesehatan dan meningkatkan produktivitas masyarakat secara signifikan. Penting untuk melengkapi ini dengan program edukasi penggunaan air yang berkelanjutan agar dampak positifnya maksimal.

