Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Mengapa Bank Indonesia Kurangi ATM Dan Fokus Pada Layanan Digital Dan Agen

Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
News Publisher
29 Mar 2025
1070 dibaca
1 menit
Mengapa Bank Indonesia Kurangi ATM Dan Fokus Pada Layanan Digital Dan Agen

TLDR

Penutupan mesin ATM di Indonesia dipengaruhi oleh pergeseran ke layanan digital.
BRI berinovasi dengan menggunakan agen BRILink untuk meningkatkan inklusi keuangan.
OJK mencatat penurunan jumlah kantor bank dan terminal perbankan elektronik di Indonesia.
Perbankan di Indonesia sedang mengalami penutupan banyak mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Menurut laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah ATM di Indonesia berkurang dari 92.829 unit menjadi 91.412 unit dalam setahun. Hal ini disebabkan oleh perubahan kebiasaan masyarakat yang lebih memilih menggunakan layanan digital seperti mobile banking daripada uang tunai.Pengamat perbankan, Arianto Muditomo, menjelaskan bahwa meskipun jumlah ATM berkurang, layanan ini masih penting, terutama di daerah yang sulit dijangkau internet. Ia menyarankan agar bank tetap menyediakan ATM yang aman dan mudah diakses, sambil beradaptasi dengan kebutuhan nasabah di era digital.Salah satu bank, BRI, telah menutup beberapa kantor cabangnya dan menggantinya dengan agen BRILink yang lebih dekat dengan masyarakat. Direktur Utama BRI, Sunarso, mengatakan bahwa ini bertujuan untuk meningkatkan inklusi keuangan dan menjangkau lebih banyak orang, terutama di daerah yang tidak memiliki akses ke layanan bank. Saat ini, jumlah agen BRILink telah mencapai lebih dari 1 juta di seluruh Indonesia.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.