Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Harga Kelapa Parut Melambung Karena Permintaan Ekspor Menjelang Lebaran 2025

Bisnis
Ekonomi Makro
macro-economics (12mo ago) macro-economics (12mo ago)
27 Mar 2025
228 dibaca
1 menit
Harga Kelapa Parut Melambung Karena Permintaan Ekspor Menjelang Lebaran 2025

Rangkuman 15 Detik

Kenaikan harga kelapa parut dan kelapa terjadi karena pasokan yang terbatas.
Permintaan ekspor, terutama dari China, berkontribusi pada kelangkaan kelapa di dalam negeri.
Momen menjelang Lebaran tidak menjadi satu-satunya faktor kenaikan harga, tetapi sudah terjadi sejak beberapa bulan sebelumnya.
Harga kelapa parut di pasar tradisional mulai naik menjelang Lebaran 2025. Di Pasar Minggu, harga kelapa parut mencapai Rp 15.000 per kg, bahkan ada yang menjual hingga Rp 18.000 per kg. Kenaikan harga ini disebabkan oleh pasokan kelapa yang terbatas, sehingga pedagang kesulitan mendapatkan barang. Pedagang di Pasar Senen juga melaporkan harga kelapa per butir sudah mencapai Rp 15.000, dan diperkirakan bisa naik hingga Rp 25.000 saat Lebaran. Pemerintah, melalui Menteri Perdagangan dan Menteri Koordinator Bidang Pangan, menjelaskan bahwa tingginya permintaan ekspor, terutama dari negara seperti China, menjadi salah satu penyebab kelangkaan kelapa di Indonesia. Kelapa banyak diekspor karena semakin populer di luar negeri, terutama untuk diolah menjadi santan yang digunakan sebagai pengganti susu.

Analisis Ahli

Budi Santoso
Permintaan ekspor yang tinggi turut membatasi ketersediaan kelapa di pasar domestik, sehingga harga naik.
Zulkifli Hasan
Kelangkaan kelapa terjadi karena sebagian besar produk kelapa kita dibeli dan diolah di China untuk digunakan sebagai alternatif susu.