Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Tarif Impor AS 25% Picu Rupiah Melemah, Pemerintah Genjot Ekspor

Bisnis
Ekonomi Makro
News Publisher
27 Mar 2025
122 dibaca
1 menit
Tarif Impor AS 25% Picu Rupiah Melemah, Pemerintah Genjot Ekspor

AI summary

Penerapan tarif impor oleh AS dapat mempengaruhi nilai tukar mata uang negara lain, termasuk rupiah.
Pemerintah Indonesia berusaha untuk meningkatkan ekspor sebagai langkah untuk mengatasi depresiasi rupiah.
Ketegangan perdagangan antara AS dan negara lain dapat meningkat akibat kebijakan tarif yang baru.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan pada tanggal 27 Maret 2025, di mana rupiah dibuka pada posisi Rp16.590 per dolar AS, melemah 0,09%. Penurunan ini terjadi setelah Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan penerapan tarif 25% untuk impor mobil yang tidak diproduksi di dalam negeri. Kebijakan ini diperkirakan akan meningkatkan ketegangan dengan negara-negara mitra dagang AS dan berpotensi menaikkan harga mobil.Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa pemerintah Indonesia berusaha untuk mengatasi pelemahan nilai rupiah dengan mendorong kinerja ekspor dan mempermudah proses perizinan. Meskipun pasar valuta asing sering berfluktuasi, ia percaya bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dalam jangka menengah hingga panjang.

Experts Analysis

Airlangga Hartarto
Pasar valuta asing memang fluktuatif, tapi fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat dalam jangka menengah hingga panjang, sehingga pelemahan rupiah bisa diantisipasi melalui ekspor dan deregulasi.
Donald Trump
Pengenaan tarif 25% pada impor mobil yang tidak dibuat di AS bertujuan melindungi industri otomotif domestik dan menangani defisit perdagangan Amerika Serikat.
Editorial Note
Tarif impor mobil di AS akan menimbulkan gejolak signifikan terutama bagi negara-negara eksportir otomotif yang berdampak pada nilai tukar mata uang mereka, termasuk rupiah yang kini melemah. Pemerintah Indonesia memang sudah mengambil langkah tepat dengan mendorong ekspor dan mempermudah perizinan, namun volatilitas pasar global tetap menjadi tantangan utama yang harus diwaspadai.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.