Tarif Impor AS 25% Picu Rupiah Melemah, Pemerintah Genjot Ekspor
Bisnis
Ekonomi Makro
27 Mar 2025
154 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Penerapan tarif impor oleh AS dapat mempengaruhi nilai tukar mata uang negara lain, termasuk rupiah.
Pemerintah Indonesia berusaha untuk meningkatkan ekspor sebagai langkah untuk mengatasi depresiasi rupiah.
Ketegangan perdagangan antara AS dan negara lain dapat meningkat akibat kebijakan tarif yang baru.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan pada tanggal 27 Maret 2025, di mana rupiah dibuka pada posisi Rp16.590 per dolar AS, melemah 0,09%. Penurunan ini terjadi setelah Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan penerapan tarif 25% untuk impor mobil yang tidak diproduksi di dalam negeri. Kebijakan ini diperkirakan akan meningkatkan ketegangan dengan negara-negara mitra dagang AS dan berpotensi menaikkan harga mobil.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa pemerintah Indonesia berusaha untuk mengatasi pelemahan nilai rupiah dengan mendorong kinerja ekspor dan mempermudah proses perizinan. Meskipun pasar valuta asing sering berfluktuasi, ia percaya bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dalam jangka menengah hingga panjang.
Analisis Ahli
Airlangga Hartarto
Pasar valuta asing memang fluktuatif, tapi fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat dalam jangka menengah hingga panjang, sehingga pelemahan rupiah bisa diantisipasi melalui ekspor dan deregulasi.Donald Trump
Pengenaan tarif 25% pada impor mobil yang tidak dibuat di AS bertujuan melindungi industri otomotif domestik dan menangani defisit perdagangan Amerika Serikat.

