Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Lonjakan IHSG 3,8% Didukung Optimisme Direksi Danantara dan Bank BUMN

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
News Publisher
27 Mar 2025
100 dibaca
1 menit
Lonjakan IHSG 3,8% Didukung Optimisme Direksi Danantara dan Bank BUMN

AI summary

IHSG mengalami lonjakan signifikan berkat optimisme pasar terhadap Danantara.
Investor asing melakukan pembelian bersih yang besar, terutama di sektor perbankan.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan pengumuman dividen memberikan sentimen positif bagi pasar.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 236 poin atau 3,80% menjadi 6.472,35 pada penutupan perdagangan Rabu, 26 Maret 2025. Sebanyak 531 saham mengalami kenaikan, sementara 112 saham turun, dan 158 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp 33,82 triliun dengan lebih dari 30 miliar saham diperdagangkan. Kenaikan IHSG didorong oleh optimisme pasar terhadap Danantara dan pengumuman direksi baru yang berpengalaman di bidang keuangan.Investor asing juga aktif membeli saham, dengan total pembelian bersih mencapai Rp 2,58 triliun. Saham perbankan menjadi favorit, dengan BBCA mencatat net buy terbesar sebesar Rp 764,54 miliar, diikuti oleh BMRI, BBRI, dan BBNI. Pasar kini bersiap menghadapi sisa perdagangan bulan Maret dengan fokus pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan data ekonomi dari Amerika Serikat yang dapat mempengaruhi pergerakan indeks.

Experts Analysis

Analis Senior Bahana Sekuritas
Perubahan direksi Danantara yang profesional memberikan sinyal optimisme kuat bagi pasar modal, memicu minat beli asing yang besar pada saham perbankan sebagai sektor utama.
Ekonom Pasar Modal Indonesia
RUPST dan pengumuman dividen bank BUMN menjadi momentum fundamental yang mendukung penguatan IHSG, namun investor harus tetap waspada terhadap sentimen eksternal khususnya dari ekonomi global.
Editorial Note
Kenaikan IHSG yang dipacu oleh perubahan direksi yang berkompeten dan dukungan dari investor asing menunjukkan sinyal positif bahwa pasar modal Indonesia mulai mendapatkan kembali kepercayaan global. Namun, penting untuk memperhatikan faktor eksternal seperti data ekonomi AS yang masih bisa membawa volatilitas dalam beberapa sesi mendatang.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.