Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

IHSG Melonjak 3% Dipicu Saham Bank BUMN dan Rencana Dividen Besar

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
News Publisher
26 Mar 2025
274 dibaca
1 menit
IHSG Melonjak 3% Dipicu Saham Bank BUMN dan Rencana Dividen Besar

AI summary

IHSG menunjukkan tren positif dengan kenaikan yang signifikan.
Saham bank BUMN menjadi pendorong utama kenaikan IHSG.
Rapat umum pemegang saham dan pengumuman dividen mempengaruhi keputusan investasi.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan yang signifikan pada Rabu, 26 Maret 2025, dengan peningkatan sebesar 3% atau 186,82 poin, mencapai level 6.422,44. Pada saat itu, terdapat 396 saham yang naik, 99 saham yang turun, dan 136 saham yang tidak berubah. Nilai transaksi mencapai Rp 21,7 triliun dengan lebih dari 10 miliar saham diperdagangkan. Kenaikan IHSG didorong oleh saham-saham bank milik negara yang mengalami lonjakan harga, seperti BMRI yang naik 7% dan BBNI yang naik 6,6%.Kondisi positif IHSG ini melanjutkan tren dari hari sebelumnya, di mana IHSG ditutup naik 1,61% karena sentimen baik dari saham-saham bank BUMN. Dua bank, BBRI dan BMRI, telah mengumumkan dividen dari laba tahun 2024, yang membuat saham mereka menarik bagi investor. Hari ini, BBNI juga akan mengadakan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) dan berencana membagikan dividen dengan rasio 55%-60%. Pelaku pasar diperkirakan akan aktif bertransaksi menjelang akhir bulan Maret.

Experts Analysis

Analis Pasar Modal Senior
Kenaikan saham bank BUMN adalah sinyal positif bagi stabilitas sektor perbankan dan daya tarik investasi domestik, namun investor harus tetap waspada terhadap risiko geopolitik dan kondisi ekonomi global.
Ekonom
Dividen yang menarik dari bank BUMN ini bisa meningkatkan likuiditas pasar modal domestik, sekaligus mendorong minat investor ritel dan institusional pada saham-saham tersebut.
Editorial Note
Kenaikan IHSG yang didorong oleh saham bank pelat merah mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental sektor perbankan Indonesia, terutama menjelang pembagian dividen. Namun, volatilitas masih mungkin terjadi mengingat adanya faktor eksternal seperti data ekonomi AS dan kegiatan RUPST yang dapat mempengaruhi sentimen secara tiba-tiba.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.