AI summary
Fitur baru dari OpenAI dan Google memungkinkan pengguna untuk membuat gambar dalam gaya studio terkenal. Ada kekhawatiran hukum terkait pelanggaran hak cipta dalam penggunaan karya berhak cipta untuk melatih model AI. Gugatan terhadap OpenAI menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh perusahaan AI dalam hal kepatuhan terhadap hukum hak cipta. Baru sehari sejak peluncuran generator gambar AI baru dari ChatGPT, media sosial sudah dipenuhi dengan meme yang dihasilkan AI dalam gaya Studio Ghibli, studio animasi Jepang terkenal. Banyak pengguna yang mengunggah gambar dan meminta chatbot untuk membuat ulang dalam gaya Ghibli, termasuk gambar Elon Musk dan Presiden Donald Trump. Namun, peluncuran ini juga memicu kekhawatiran tentang pelanggaran hak cipta, karena ada pertanyaan apakah OpenAI melanggar hukum dengan melatih modelnya menggunakan karya yang dilindungi hak cipta.Menurut seorang pengacara, meskipun gaya tidak dilindungi oleh hak cipta, ada kemungkinan OpenAI menggunakan banyak gambar dari film Ghibli untuk melatih modelnya. Saat ini, beberapa perusahaan, termasuk OpenAI dan Google, sedang menghadapi tuntutan hukum terkait penggunaan karya berhak cipta tanpa izin. Meskipun OpenAI menyatakan bahwa mereka tidak meniru gaya seniman yang masih hidup, banyak yang khawatir tentang dampak hukum dari penggunaan teknologi ini.
Ketersediaan teknologi AI yang mampu meniru gaya seni berhak cipta dengan mudah menunjukkan betapa pentingnya peraturan hak cipta yang lebih jelas dan adaptif. Tanpa regulasi yang tepat, pengembang AI bisa saja mengeksploitasi karya seni dengan risiko merugikan pembuat asli dan industri kreatif.