Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pemerintah Optimis Perputaran Uang Lebaran 2025 Tak Turun Drastis

Bisnis
Ekonomi Makro
News Publisher
26 Mar 2025
64 dibaca
1 menit
Pemerintah Optimis Perputaran Uang Lebaran 2025 Tak Turun Drastis

AI summary

Proyeksi perputaran uang selama Lebaran 2025 diperkirakan turun menurut Kadin Indonesia.
Pemerintah optimis perputaran uang tidak akan menurun karena adanya program dan bantuan sosial.
Kebijakan pemerintah untuk mendorong ekonomi selama Ramadan termasuk diskon transportasi dan THR.
Pemerintah Indonesia membantah proyeksi penurunan perputaran uang selama Lebaran yang diperkirakan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Kadin memperkirakan perputaran uang libur Idul Fitri 2025 hanya mencapai Rp 137,97 triliun, turun 12,33% dari tahun lalu, karena jumlah pemudik diperkirakan hanya 146,48 juta orang, turun 24% dibandingkan tahun lalu. Namun, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa perputaran uang tidak akan menurun karena banyak program bantuan sosial yang sudah berjalan.Untuk mendorong ekonomi selama Ramadan dan Lebaran, pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan, seperti diskon tiket pesawat, kereta api, dan bus. Diskon tiket pesawat berlaku dari 24 Maret hingga 7 April 2025, dengan penurunan harga sekitar 13-14%. Selain itu, pemerintah juga mendorong operator jalan tol untuk memberikan diskon tarif, sehingga diharapkan perputaran uang tetap stabil meskipun jumlah pemudik menurun.

Experts Analysis

Airlangga Hartarto
Saya percaya momentum Pilpres 2024 akan memberikan stimulasi ekonomi yang signifikan selama Lebaran, sehingga perputaran uang tidak akan menurun secara drastis.
Ekonom Makro
Penurunan jumlah pemudik memang berpotensi menekan belanja masyarakat, namun stimulus fiskal dan kebijakan pemerintah dapat meminimalisir dampak negatif terhadap ekonomi selama Lebaran.
Editorial Note
Meskipun Kadin mengkhawatirkan penurunan perputaran uang, upaya pemerintah memberikan berbagai insentif transportasi dan bansos bisa menjadi strategi efektif untuk menjaga daya beli masyarakat tetap stabil selama Lebaran. Namun, tetap perlu pengawasan ketat agar program tersebut benar-benar tepat sasaran dan tidak menimbulkan beban fiskal berlebih.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.