AI summary
Figure telah mengembangkan robot humanoid yang dapat berjalan dengan gerakan alami menggunakan pembelajaran penguatan. Model Helix memungkinkan robot untuk memahami dan merespons perintah dalam bahasa alami, meningkatkan interaksi manusia-robot. Figure berencana untuk meningkatkan produksi robot dan bersaing dengan perusahaan besar di sektor robotika humanoid pada tahun 2025. Perusahaan robotik AS, Figure, telah membuat kemajuan besar dalam mengembangkan gerakan berjalan humanoid yang alami menggunakan pembelajaran penguatan (reinforcement learning). Robot humanoid mereka, Figure 02, kini dapat berjalan dengan gerakan yang lebih halus dan alami, menggantikan gerakan kaku yang biasanya terlihat. Dengan menggunakan simulasi fisika yang canggih, Figure melatih robotnya untuk menghadapi berbagai tantangan dunia nyata, seperti berjalan di berbagai permukaan dan mengatasi gangguan. Keunggulan dari metode ini adalah kemampuan untuk mentransfer pelatihan dari simulasi ke robot nyata tanpa perlu penyesuaian tambahan, sehingga robot dapat berjalan dengan baik di berbagai lingkungan.Selain itu, Figure juga memperkenalkan model baru bernama Helix, yang memungkinkan robot untuk memahami dan melaksanakan perintah dalam bahasa alami. Dengan menggabungkan kemampuan ini dengan pembelajaran penguatan, Figure berusaha untuk mendorong batasan inovasi dalam dunia robotika. Pada tahun 2025, Figure berencana untuk memproduksi lebih banyak robot dan bersaing dengan perusahaan lain di sektor robot humanoid, seperti Tesla dan Agility Robotics.
Pendekatan reinforcement learning yang dipadukan dengan domain randomization pada simulasi fisika menawarkan revolusi dalam pengembangan robot humanoid, mengatasi permasalahan lama terkait ketidakstabilan dan keanehan gerak. Namun, tantangan riil tetap ada pada ketahanan robot dalam menghadapi kondisi dunia nyata yang sangat beragam dan dinamis di luar skenario simulasi.